Ancaman Serius Trump untuk NATO
-
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam surat terpisah kepada sedikitnya 10 pemimpin negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO memperingatkan soal ketidakpedulian mereka terhadap komitmen belanja militer minimal dua persen dari dari produksi bruto masing-masing negara. Dalam surat yang bernada sinis itu, Trump menyatakan tidak akan toleran jika bujet NATO dari negara-negara anggotanya tidak tercukupi.
Tampaknya tujuan Trump mengirim surat tersebut adalah memberikan ultimatum final AS kepada anggota pakta tersebut dari Eropa untuk mewujudkan tuntutan yang telah berulangkali dikemukakannya. Diperkirakan sidang para pemimpin 29 negara anggota NATO yang akan digelar pada 11-13 Juni di Brussel, akan menjadi pertemuan puncak NATO paling kontroversial sepanjang sejarahnya.
Trump saat ini, sedang memfokuskan salah satu di antara masalah yang paling kontroversial antara Washington dan Brussel dengan dibarengi ancaman kepada anggota NATO untuk segera merealisasikannya.
Perselisihan Amerika Serikat dengan negara-negara Eropa anggota NATO telah sedemikian meningkat dan sehingga muncul ketidakjelasan dalam nasib lembaga ini di masa medatang. Bujet negara-negara anggota NATO mencakup sekitar 70 persen dari seluruh bujet militer dunia dan negara-negara anggotanya harus mengalokasikana seikitnya dua persen dari produksi bruto dalam negerinya untuk belanja militer hingga 2024.
Christian Viperford, analis politik Jerman mengatakan, "Washington di masa mendatang ingin bertindak sendiran, oleh karena itu dipastikan pentingnya koalisi militer NATO akan berkurang. Oleh karena itu Jerman dan berbagai negara dan Uni Eropa penting untuk bertindak lebih kokoh secara independen."
Donald Trump sejak awal kampanyenya pilpresnya pada 2016 dan setelah melenggang ke Gedung Putih berulangkali menyinggung ketidakpedulian anggota NATO dari Eropa untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan seperti alokasi dua persen dari total produksi bruto dalam negeri untuk bujet militer dan pertahanan. Trump mengkritik rendahnya partisipasi negara-negara Eropa di NATO.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa dari 29 anggota NATO, 23 negara berlum mewujudkan alokasi dua persen dari produksi bruto mereka untuk belanja milter dadan memperingatkan bahwa Washingon akan mengambil langkah tegas jika tidak ada langkah-langkah kongrest dari Uni Eropa.
Banyak anggota NATP yang mengkhwatirkan perspektif negatif Trump. Usai berkuasa, Trump menilai NATO sebagai sebuah lembaga kadaluarsa yang membebani finansal Amerika Serikat, Jika kondisi ini berlanjut, maka tidak lama lagi Amerika Serikat akan keluar dari pakta tersebut. Keputusan Trump itu sangat mengejutkan Eropa mengingat Washington tidak lagi pentingnya keanggotaa Amerika dalam lemabga tersebut.
Pada sidang G7 di Kanada, Trump kembali menyinggung masalah NATO dan menyebutnya sebagai sebuah pakta buruk dan sangat membebani finansial Amerika Serikat. Tampaknya surat Trump kali ini merupakan peringatan resmi dan paling serius AS kepada negara-negara Eropa anggota NATO.(MZ)