Rusia Berusaha Kurangi Perdagangan dengan Dolar
-
Anton Siluanov, Wakil Perdana Menteri Rusia dan Menteri Keuangan Rusia
Wakil Perdana Menteri Rusia mengkonfirmasikan kesiapan negaranya untuk mengurangi penggunaan dolar dalam transaksinya dengan negara-negara lain.
Anton Siluanov, Wakil Perdana Menteri Rusia dan Menteri Keuangan Rusia hari Senin (13/8) dalam acara live di televisi Rusia Kanal 1 menjelaskan bahwa Moskow siap menghadapi sanksi-sanki perbankan yang akan diterapkan Washingon dan menyatakan, Rusia akan mengurangi pembayaran dan transaksinya dengan dolar.
"Moskow siap menjual minyaknya dengan mata uang asing seperti euro dan mata uang lainnya," ujar Siluanov.
Pejabat Rusia ini menjelaskan bahwa dolar tengah kehilangan posisi internasionalnya seraya menjelaskan, pemerintah Amerika dengan menerapkan sanksi berulang-ulang pada dasarnya tengah merusak reputasi mata uang nasionalnya di kancah internasional.
Dmitry Peskov, Jurubicara Kremlin menyatakan, Rusia tengah mengkaji kemungkinan melakukan transaksi perdagangan dengan Turki berdasarkan mata uang nasional kedua negara.
Sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, Turki dan Rusia pada dasarnya upaya mempercepat kekalahan dominasi dolar dalam perdagangan internasional.
Negara-negara lain seperti Cina menyatakan telah memasukkan mata uang lainnya dalam siklus perdagangan dan cadangan devisanya.