Cina Tidak akan Menyerah atas Tekanan Amerika terhadap Iran
-
Ilustrasi Cina menolak tekanan AS menerapkan sanksi terhadap Iran
Ketua Federasi Industri Minyak dan Produk Kimia Cina menyatakan, negara ini tidak akan menyerah atas tekanan Amerika untuk menerapkan sanksi sepihak Washington terhadap Iran.
Menurut laporan IRIB, Andrey Yu, Ketua Federasi Industri Minyak dan Produk Kimia hari Senin (13/8) mengatakan, perusahaan-perusahaan Cina tidak akan menyerah terhadap tekanan Amerika Serikat dan Beijing tidak menganggap penting sanksi Amerika terhadap Iran.
Pejabat Cina ini menjelaskan bahwa Iran merupakan salah satu partner dagang terbesar Cina dan Beijing tidak peduli dengan tekanan dan ancaman Washington dan akan tetap melanjutkan impor minyak dari Iran.
Ketua Federasi Industri Minyak dan Produk Kimia Cina mengritik dominasi Amerika atas sumber-sumber minyak dan gas di pelbagai kawasan di dunia, khususnya Timur Tengah dan mengatakan, energi fosil dan sektor perdagangan tidak boleh dipengaruhi lebih dari yang sudah ada ini oleh Amerika Serikat.
Sebelumnya, Perusahaan Nasional Minyak Cina menyatakan, bila seluruh perusahaan terpaksa meninggalkan sektor energi Iran akibat sanksi, perusahaan ini siap menggantikan mereka.
Pemerintah Amerika setelah keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) mengklaim akan menekan ekspor minyak Iran mencapai nol hingga tanggal 4 November 2018.
Sekaitan dengan hal ini, Washington meminta negara-negara dunia sebagai bagian dari sanksi ekonomi terhadap Iran untuk menekan impor minyak dari Iran hingga nol. Tapi kebanyakan negara-negara dunia menyatakan tidak akan mengikuti keinginan Amerika.
Pemerintah Amerika pada 8 Mei keluar dari JCPOA, dimana langkah Washington ini mendapat kecaman luas di dalam dan luar negeri.