Ancaman Pengadilan di Hadapan Trump
-
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sejak pertama menjabat sudah dihadapkan dengan beragam tantangan internal termasuk masalah-masalah yang berhubungan dengan struktur pemerintahan. Salah satu tantangan itu adalah tuduhan intervensi Rusia dalam pemilu presiden Amerika tahun 2016 yang diduga menguntungkan Trump. Investigasi tuduhan tersebut sampai sekarang masih terus dilakukan.
Trump langsung bereaksi saat mantan pengacara pribadinya, Michael Cohen dan mantan ketua tim pemenangan pemilunya, Paul Manafort divonis bersalah oleh pengadilan dan menyebut kesaksian mereka terkait kasus yang menjeratnya, sebagai kebohongan.
Paul Manafort pada hari Selasa (21/8/2018) dinyatakan bersalah atas delapan tuduhan kejahatan keuangan oleh pengadilan, namun hakim melakukan mis-trial atau membatalkan 10 tuduhan lainnya yang tidak disepakati dewan juri.
Sementara itu mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen pada hari yang sama mengaku bersalah di sebuah pengadilan di New York atas dakwaan pelanggaran dana kampanye akibat pembayaran uang tutup mulut terhadap dua perempuan yang menyatakan punya hubungan gelap dengan Trump.
Namun yang patut diperhatikan dalam pengakuan ini adalah, Cohen mengaku mendapat izin dari Trump untuk memberikan uang tutup mulut itu dengan maksud mempengaruhi hasil pilpres Amerika.
Donald Trump pada hari Rabu (22/8) dalam reaksi pertama atas tuduhan yang dilemparkan kepadanya mempublikasikan sanggahan dalam Twitternya yang berisi pujian untuk Manafort dan kecaman untuk Cohen.
Dalam cuitannya, Trump mengatakan, jika seseorang mencari pengacara yang hebat saya sangat tidak menganjurkan untuk menyewa jasa Michael Cohen. Sebaliknya terkait Paul Manafort, Trump menuturkan, saya merasa sedih atas kasus yang menimpa Manafort dan keluarganya yang luar biasa. Keadilan (pengadilan) telah menggunakan kasus pajak 12 tahun lalu untuk memberikan tekanan di luar batas atas Manafort, namun ia tidak seperti Cohen, menolak beristirahat dan membuat cerita untuk mencapai kesepakatan. Hormat untuk pria pemberani.
Meski vonis yang dijatuhkan kepada Manafort tidak terlalu berkaitan dengan Trump, namun vonis dan jerat hukum terhadap Michael Cohen dapat membawa dampak serius bagi Trump.
Cohen mengaku bersalah atas delapan dakwaan termasuk penggelapan pajak, penipuan bank dan pelanggaran dana kampanye. Kasus Cohen dan Manafort ini diduga oleh sebagian analis dapat memberikan legitimasi baru pada penyelidikan yang dilakukan oleh penyelidik khusus Robert Muller terkait campur tangan Rusia dalam pilpres Amerika tahun 2016 lalu.
Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Adam Schiff mengatakan, pengakuan Michael Cohen soal penggelapan pajak, penipuan bank dan pelanggaran aturan dana kampanye termasuk pembayaran utang tutup mulut untuk dua perempuan yang menyatakan pernah punya hubungan gelap dengan Trump, merupakan bagian dari pengakuan lain lingkaran orang dekat presiden Amerika. Kasus hukum dan keuangan yang menerpa presiden Amerika di masa kontestasi pilpres itu bisa menyeretnya ke pengadilan.
Sekarang mulai tampak masa depan suram bagi Trump. Meski membela Manafort, namun ia tidak terlalu berkomentar soal kasus Cohen. Maka terbuka kemungkinan Cohen akan memberikan informasi seputar tim pemenangan kampanye Trump kepada Robert Mueller.
Beberapa mantan pejabat dinas intelijen Amerika menuduh Rusia ikut campur dalam pilpres Amerika tahun 2016 dan membantu Trump memenangkan kontestasi politik tersebut, namun hal itu berulang kali dibantah Trump. Rusia sendiri mengatakan tidak pernah mencampuri pilpres Amerika dan tidak membantu memenangkan Trump.
Akhirnya kemungkinan impeachment atau pemakzulan terhadap Trump tidak bisa dikesampingkan sama sekali, setelah kecurangan-kecurangannya selama masa kampanye terbukti nantinya, hal ini dimulai dari pengakuan mantan pengacara pribadinya sendiri Michael Cohen dan ketua tim pemenangan kampanyenya, Paul Manafort. (HS)