Peneliti Tunisia: Iran Tempat Kelahiran Budaya dan Peradaban Dunia
https://parstoday.ir/id/news/world-i61616-peneliti_tunisia_iran_tempat_kelahiran_budaya_dan_peradaban_dunia
Peneliti Tunisia menjelaskan, Iran memiliki budaya dan peradaban yang sangat kaya dan berakar mendalam. Masyarakat Iran saat ini merupakan contoh terbaik bagaimana hidup berdampingan secara damai antara pelbagai agama dan etnis di dunia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 05, 2018 12:10 Asia/Jakarta
  • Bendera Tunisia
    Bendera Tunisia

Peneliti Tunisia menjelaskan, Iran memiliki budaya dan peradaban yang sangat kaya dan berakar mendalam. Masyarakat Iran saat ini merupakan contoh terbaik bagaimana hidup berdampingan secara damai antara pelbagai agama dan etnis di dunia.

Menurut laporan IRNA, Mani Bazawi, penulis dan peneliti Tunisia dalam sebuah buku berjudul Rehla bi Alfi Rehla, menilai Iran sebagai ibu segala budaya, menerima setiap orang dari pelbagai penjuru dunia dan tempat kelahiran budaya dan peradaban.

Rakyat Iran

"Iran dengan bersandar pada sejarah yang kaya seperti pohon yang kokoh, berdiri tegar menghadapi segala masalah," jelas Mani Bazawi.

Ia menambahkan, rakyat Iran terdidik, tahan banting, ahli budaya dan seni. Mereka jauh dari sikap ekstrim dan kekerasan serta memiliki pemahaman yang tinggi. Mereka hidup bersama rakyat, budaya dan pelbagai agama dengan penuh ketenangan serta menghormati pemikiran dan akidah orang lain.

Peneliti Tunisia ini menambahkan, rakyat Iran berusaha mempertahankan identitas Islam, bahasa, budaya dan peradabannya. Mereka membela prinsip dan nilai-nilainya hingga akhir napasnya. Tidak pernah menyerah dihadapan kekuatan apapun dan yang lebih penting lagi mereka jujur dalam berteman dan tidak pernah menyerang dari belakang, sekalipun pihak lain berlaku yang demikian.

Mani Bazawi yang pernah mengunjungi Iran dan menulis bukunya ketika melihat dari dekat sejumlah daerah Iran, khusus pusat-pusat budaya di pelbagai daerah.

Buku ini dipamerkan dalam Pameran Buku Internasional Tehran dan juga di Tunisia serta mendapat sambutan luas di sejumlah negara seperti Kuwait, Aljazair, Lebanon dan Tunisia sendiri.