Rusia: Teroris Ingin Undang Intervensi Asing di Suriah
-
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya mengatakan kelompok teroris dengan menggunakan senjata kimia di Suriah, ingin membuka ruang untuk intervensi asing.
Seperti dilaporkan televisi Aljazeera, Nebenzya dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Kamis (6/9/2018) malam, menurutkan pemerintah Damaskus telah menyerahkan semua informasi yang relevan tentang program senjata kimia kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).
Dia menepis klaim negara-negara Barat tentang persiapan pemerintah Suriah untuk melakukan serangan kimia di Provinsi Idlib. "Klaim ini adalah pengkondisian," tegasnya.
Nebenzya menuturkan bahwa pemerintah Suriah selalu menyerahkan apa yang diminta oleh OPCW, dan kerjasama ini adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah yang tersisa.
"Ada bukti yang menunjukkan bahwa senjata kimia dan peralatan yang diperlukan sedang dipersiapkan di daerah-daerah, yang keluar dari kontrol pemerintah Suriah," ungkapnya.
"Rusia mengharapkan pemerintah AS dan sekutunya (Perancis dan Inggris) untuk menghormati hukum internasional, dan menyerahkan informasi tentang keberadaan senjata kimia di wilayah Suriah kepada OPCW," serunya.
Para pejabat Washington sejauh ini tidak memiliki dokumen dan bukti apapun tentang kepemilikan senjata kimia oleh pemerintah Damaskus. (RM)