Paris akan Cabut Gelar Kehormatan dari Suu Kyi
-
Aung San Suu Kyi.
Pemerintah Kota Paris menyatakan akan mencabut gelar kehormatan kebebasan Paris dari pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi karena kekerasan militer terhadap etnis Rohingya.
Keputusan ini diambil karena Suu Kyi tidak berusaha mencegah kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingya, di mana PBB menyebut kejahatan itu sebagai genosida.
Dalam aksi serupa, Amnesty International pada 11 Novemver 2018 juga mencabut gelar kehormatan "Duta Besar Hati Nurani" dari pemimpin de facto Myanmar itu.
Pada Oktober 2017, Inggris mencabut penghargaan 'The Freedom of Oxford' dari Suu Kyi. St Hugh’s College di Oxford juga menurunkan lukisan Suu Kyi dari gerbang kampus mereka.
Krisis Muslim Rohingya telah meningkatkan tekanan internasional terhadap Suu Kyi dan beberapa pihak bahkan mendesak pencabutan Hadiah Nobel dari pemimpin Myanmar itu.
Ribuan Muslim Rohingya tewas, terluka, ditangkap paksa atau diperkosa oleh tentara Myanmar dan ekstrimis Budha sejak November 2016 sampai Agustus 2017.
Pengungsi Rohingya di Bangladesh mengatakan tentara Myanmar memperkosa wanita, membunuh kerabat mereka dan membakar rumah-rumah mereka dalam upaya mengusir penduduk Muslim dari Rakhine. (RM)