Pengamat Rusia: Pendekatan AS anti Iran tidak akan Berhasil
-
Trump dan Iran
Ketua Institut Riset Politik dan Strategis Rusia, Vladimir Zakharov seraya mengisyaratkan dukungan mayoritas negara terhadap Republik Islam Iran untuk membantu mempertahankan JCPOA mengatakan, Amerika melalui represi dan kekerasan tidak akan mampu memajukan kebijakannya terhadap Iran.
Vladimir Zakharov Senin (17/12) saat wawancara dengan IRNA menjelaskan, unilateralisme AS terhadap JCPOA membuat Washington terkucil di antara negara-negara sekutunya.
Zakharov menambahkan, proses kilat AS keluar dari kesepakatan internasional termasuk JCPOA di era kepemimpinan Donald Trump sangat mencengangkan dan presiden AS ini bangga dengan perilakunya tersebut.
Menurut pengamat Rusia ini, langkah Amerika menciptakan ketidakpercayaan terhadap Washington di tingkat internasional.
Ia mengingatkan, perundingan elit politik negara seperti AS tidak ada gunanya, karena dengan perubahan pemerintahan, hasil perundingan sebagai sebuah kesepakatan bilateral atau internasional berpotensi dibatalkan.
Pengamat ini menambahkan, mayoritas negara menghendaki berlanjutnya kerja sama dengan Iran dan di kondisi seperti ini penerapan represi dan ancaman tidak efektif untuk memajukan kebijakan Washington.
Presiden AS Donald Trump 8 Mei 2018 seraya menyebut JCPOA sebuah kesepakatan mengerikan, secara sepihak keluar dari Rencana Aksi Bersama Komprehensif tersebut.
Selain itu, dengan dalih palsu, ia memulihkan kembali sanksi nuklir anti Iran dalam dua tahap. (MF)