Trump: Kami akan Perlahan keluar dari Suriah
-
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, pasca kekalahan kelompok teroris Takfiri Daesh, pasukan negara ini akan ditarik secara perlahan dari Suriah.
Trump Rabu (2/1) di Gedung Putih mengklaim, Washington akan tetap melindungi Kurdi Suriah meski pasukannya ditarik dari negara tersebut.
Presiden AS pada 19 Desember 2019 mengumumkan pasukan negaranya dalam tempo satu bulan akan keluar dari Suriah, namun setelah munculkan respon negatif ia menjelaskan bahwa penarikan ini akan memakan waktu 120 hari dan tidak dilakukan tergesa-gesa.
Trump di kesempatan tersebut juga menyinggung isu Korea Utara dan menyatakan, dalam waktu dekat akan diumumkan rencana pertemuan dirinya dengan Pemimpin Pyongyang Kim Jong un.
"Telah terbentuk hubungan baik dengan pemimpin Korut dan Saya tidak pernah menekankan kecepatan proses pelucutan nuklir," aku Trump.
Presiden Amerika ini menambahkan telah menerima surat dari Kim Jong un.
Sementara itu, Kim Jong un dalam pidatonya bertepatan dengan tahun baru 2019 memperingatkan Amerika jika sanksi terhada Pyongyang terus berlanjut, maka Korut akan mengubah perilaku dan kebijakannya.
Kim pada hari Selasa (1/1) menambahkan, jika Amerika tidak komitmen dengan janjinya terhadap Korut, hanya ada satu opsi bagi Pyongyang dan itu adalah mengambil langkah baru untuk melindungi kedaulatan dan kepentingannya.
Presiden AS juga mengisyaratkan isu Cina dan mengatakan, perundingan dagang dengan Cina berjalan denganbaik dan harus dilihat seberapa besar kemajuannya. (MF)