Pengambilan Sumpah Dua Muslimah Pertama di DPR AS
-
Ilhan Omar.
Dua politikus Muslim pertama di DPR Amerika Serikat diambil sumpahnya. Rashida Tlaib dari Michigan, salah satu perempuan Muslim pertama yang terpilih di DPR, mengenakan baju tradisional Palestina yang dijahit ibunya saat pelantikan anggota DPR, Kamis, 3 Januari 2018.
Menutur Detroit Free Press, sebelumnya, Tlaib berencana untuk disumpah dengan al-Quran milik Thomas Jefferson, namun ia berubah pikiran. Dia dan politikus Demokrat lainnya, Ilhan Omar, dari Minnesota adalah dua perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Dewan Legislatif AS.
Pada hari Kamis, ratusan anggota parlemen dari seluruh AS tiba di Washington untuk disumpah menjadi anggota DPR. Meskipun tidak ada teks tertulis untuk pengambilan sumpah itu, banyak anggota parlemen yang bersumpah dengan memegang Alkitab saat mereka berjanji untuk melindungi AS dari "semua musuh, baik yang asing atau pun domestik".
Saat wawancara dengan Detroit Free Press, Tlaib, 42 tahun, mengatakan, awalnya dia ingin memakai al-Quran milik presiden ketiga AS, Thomas Jefferson, saat pengambilan sumpah. Namun, dia memutuskan untuk menggunakan al-Quran yang dimiliki keluarganya.
"Saya bersumpah dengan al-Quran untuk menunjukkan bahwa orang Amerika terdiri dari berbagai latar belakang dan kita semua mencintai keadilan dan kebebasan," ujarnya.
Dia menambahkan, bagi saya ini sangat penting karena banyak orang AS yang merasa bahwa Islam adalah agama yang asing bagi sejarah negara ini. Padahal, lanjutnya, orang Islam sudah berada di sini sejak awal... dan sejumlah bapak bangsa AS tahu lebih banyak soal Islam dibandingkan anggota DPR AS saat ini.
Tlaib, politikus Demokrat yang mewakili Detroit itu menjelaskan bahwa dia memakai baju tradisional Palestina, yang disebut thobe, yang dijahit oleh ibunya yang hijrah ke AS dari Tepi Barat saat ia berusia 20 tahun.
Tlaib adalah ibu dari dua anak laki-laki dan anak sulung dari 14 bersaudara. Neneknya masih tinggal di West Bank. Tlaib berkata dia berharap memimpin delegasi AS setelah memulai tugasnya.
Sementara itu dalam pengambilan sumpah jabatannya, Ilhan menggunakan al-Quran kakeknya.

"Saat kecil, saya jadi penerjemah kakek saya dalam pengajian kami, dan beliau adalah orang pertama yang menyulut rasa tertarik saya pada politik," kata wanita Somalia-Amerika ini.

Dia menambahkan, saya berharap akan bisa berada di sini menyaksikan saat bersejarah ini. Tapi kakek ada di sini di dalam jiwa saya sebab saya meletakkan di tangan saya al-Quran miliknya untuk upacara pengambilan sumpah.

Ilhan Omar sendiri mengenaikan hijab saat upacara pengambilan sumpah. Ini jadi yang pertama buat Kongres karena sebelumnya mereka melarang setiap jenis penutup kepala.

Sekitar 12 tahun lalu, al-Quran milik Jefferson juga pernah digunakan wakil rakyat asal Minnesota, Keith Ellison, saat dia disumpah menjadi anggota Kongres. Dia adalah lelaki Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres dalam sejarah Amerika. Keputusannya tersebut kala itu banyak ditentang oleh sejumlah anggota dewan Kristen konservatif. (RA)