AS Mengaku Longgarkan Pembatasan untuk Korea Utara
-
Kim Jong Un dan Donald Trump dalam pertemuan di Singapura pada Juni 2018.
Departemen Luar Negeri AS mengaku telah melonggarkan beberapa pembatasannya di sektor bantuan kemanusiaan ke Korea Utara.
Situs Foreign Policy dalam sebuah laporan pada hari Sabtu (12/1/2019) menulis, "Keputusan AS ini kecil kemungkinan akan mencairkan kebuntuan dalam perundingan nuklir dengan Korea Utara, tapi para pekerja kemanusiaan menyambutnya."
Menurut Foreign Policy, AS telah membatalkan beberapa pembatasan yang paling ketat terhadap Korea Utara, termasuk pengiriman bantuan kemanusiaan (peralatan medis dan kebutuhan pokok).
Keputusan ini diambil menyusul keberatan PBB dan lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan dalam beberapa bulan terakhir. Mereka memandang kebijakan AS terhadap Korea Utara telah merusak upayanya untuk menjalankan operasi bantuan kemanusiaan.
Tetapi tidak jelas apakah tindakan itu dianggap sebagai isyarat niat baik AS di hadapan Kim Jong Un atau merupakan tanggapan atas meningkatnya tekanan diplomatik.
Sebelum ini, para pejabat AS secara rutin menunda ekspor peralatan bedah untuk rumah sakit, wadah susu stainless steel untuk panti asuhan, dan peralatan untuk memerangi tuberkulosis dan malaria ke Korea Utara.
Tindakan ini memicu protes dari organisasi bantuan kemanusiaan dan membuat Amerika terisolasi secara diplomatik di PBB. (RM)