Inggris Ragu-ragu Hadiri Konferensi Anti Iran di Polandia
-
PM Inggris Theresa May dan Presiden AS Donald Trump. (Dok)
Kementerian Luar Negeri Inggris belum mengumumkan sikap resmi tentang partisipasi negara itu dalam konferensi anti-Iran, yang diadakan oleh Amerika Serikat di Warsawa, Polandia.
Kemenlu Inggris, seperti dikutip IRNA, Sabtu (12/1/2019) dalam sebuah pernyataan mengatakan London belum membuat keputusan resmi tentang kehadirannya dalam pertemuan anti-Iran di Polandia.
Pemerintah Inggris juga belum menunjuk pejabat yang akan menghadiri pertemuan tersebut.
Sikap dingin London tampaknya indikasi dari ketidakcocokannya dengan kebijakan Washington dalam berurusan dengan Tehran.
Konferensi anti-Iran ini akan berlangsung di Warsawa pada 13-14 Februari mendatang.
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut pertemuan itu sebagai "sirkus anti-Iran yang putus asa."
Zarif via akun Twitter-nya menulis, "Pengingat untuk tuan rumah/para peserta konferensi anti-Iran; mereka yang menghadiri pertemuan terakhir AS untuk melawan Iran sudah mati, tercela, atau terpinggirkan. Dan Iran lebih kuat dari sebelumnya."
Dia kemudian menulis bahwa Iran telah menyelamatkan Polandia pada Perang Dunia II, sekarang ia malah menjadi tuan rumah sirkus anti-Iran yang putus asa.
Tindakan AS merupakan kelanjutan dari upaya yang sia-sia untuk menyebarkan kebijakan Iranophobia. (RM)