Donald Trump dan Kim Jong Un akan Kembali Bertemu
https://parstoday.ir/id/news/world-i66718-donald_trump_dan_kim_jong_un_akan_kembali_bertemu
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, akan mengadakan pertemuan kedua mereka pada akhir Februari 2019 di lokasi yang akan diumumkan kemudian.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 19, 2019 10:15 Asia/Jakarta
  • Pertemuan antara Kim Yong Chol, Mike Pompeo, dan Stephen Biegun di Dupont Circle Hotel, Washington pada 18 Januari 2019.
    Pertemuan antara Kim Yong Chol, Mike Pompeo, dan Stephen Biegun di Dupont Circle Hotel, Washington pada 18 Januari 2019.

Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, akan mengadakan pertemuan kedua mereka pada akhir Februari 2019 di lokasi yang akan diumumkan kemudian.

Seperti dilansir kantor berita Yonhap pada Jumat (18/1/2019), seorang politisi senior dan jenderal Korea Utara, Kim Yong Chol sedang berada di Washington untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

"Pembicaraan itu fokus pada agenda pertemuan kedua antara Trump dan Kim," kata Yonhap.

Kedatangan Kim Yong Chol disambut oleh Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun di Bandara Internasional Dulles. Diplomat AS itu tidak memberikan komentar apapun kepada pers.

"Presiden Trump bertemu dengan Kim Yong Chol selama satu setengah jam, untuk membahas denuklirisasi dan pertemuan puncak kedua, yang akan berlangsung pada akhir Februari," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders.

Kim Jong Un dan Donald Trump dalam KTT Singapura.

Pejabat Korea Utara itu juga menyerahkan surat dari Kim Jong-un kepada Trump.

Vietnam dilaporkan akan menjadi lokasi KTT tersebut, namun berita ini belum mendapat konfirmasi resmi dari kedua pihak.

Selama pertemuan di Singapura pada 12 Juni 2018, Trump dan Kim menandatangani kesepakatan terkait dengan perlucutan senjata nuklir dan pemberian jaminan keamanan dari AS kepada Korea Utara.

Namun, Washington beberapa hari setelahnya justru memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Pyongyang selama satu tahun lagi.

Korea Utara menyatakan bahwa AS tidak bersikap jujur terhadap kesepakatan dan belum mengambil langkah praktis untuk memenuhi komitmennya. (RM)