Kemarahan Trump atas 40 Tahun Revolusi Islam Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i67455-kemarahan_trump_atas_40_tahun_revolusi_islam_iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sejak masa kampanyenya hingga menjabat di Gedung Putih, Januari 2017 lalu, tak berhenti menyerang Iran untuk melemahkan dan menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 12, 2019 11:44 Asia/Jakarta
  • Donald Trump
    Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sejak masa kampanyenya hingga menjabat di Gedung Putih, Januari 2017 lalu, tak berhenti menyerang Iran untuk melemahkan dan menggulingkan pemerintahan Republik Islam Iran.

Donald Trump dengan mengumumkan keluarnya Amerika dari kesepakatan nuklir Iran, JCPOA, mulai melancarkan perang ekonomi dengan maksud menciptakan kemiskinan luas dan menyulut kerusuhan di Iran yang dipicu ketidakpuasan rakyat.

Dari sisi regional pemerintah Trump, dalam kerangka Dokumen Keamanan Nasional Amerika tahun 2017 melakukan upaya luas untuk membentuk koalisi regional anti-Iran dan mengubah arah kebijakan di kawasan Asia Barat (Timur Tengah).

Namun upaya pemerintah Trump untuk menggulingkan Republik Islam Iran sampai detik ini gagal, terutama ditunjukkan oleh partisipasi luas rakyat Iran dalam pawai akbar memperingati 40 tahun kemenangan Revolusi Islam Iran pada 22 Bahman atau 11 Februari 2019 yang membangkitkan kemarahan Donald Trump.

Menyaksikan kehadiran luas rakyat Iran dalam pawai akbar 22 Bahman, Trump tampak sangat marah dan menulis komentar di laman Twitternya dalam bahasa Inggris dan Farsi.

Trump mengatakan, 40 tahun korupsi. 40 tahun represi. 40 tahun teror. Rezim Iran hanya memproduksi kekalahan selama 40 tahun. Rakyat Iran yang menderita begitu lama berhak menerima masa depan yang lebih cerah.

Presiden Amerika yang mengaku merasa iba terhadap rakyat Iran, pada saat yang sama menerapkan sanksi paling keras dan tekanan terberat sepanjang sejarah rakyat Iran dengan harapan bisa menaklukkan Tehran.

Namun demikian, rakyat Iran selama 40 tahun terakhir telah membuktikan bahwa mereka tidak terpengaruh propaganda dan tekanan Amerika sehingga bersedia memalingkan muka dari pemerintahan Republik Islam Iran, dan menyerahkan kemerdekaan mereka serta mematuhi perintah Washington.

peringatan kemenangan Revolusi Islam Iran

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih yang selalu menunjukkan permusuhan mendalam terhadap rakyat Iran juga menyampaikan statemen senada dengan Trump.

Pada hari Senin (11/2) pasca pawai akbar rakyat Iran memperingati 40 tahun kemenangan Revolusi Islam, John Bolton di laman Twitternya menulis, setelah 40 tahun, Republik Islam Iran telah gagal memenuhi janji untuk menegakkan dan melindungi hak-hak warganya. Peringatan 40 tahun rezim Iran hanya untuk menyoroti empat dekade kegagalan dan ingkar janji.

Amerika mengira dengan perang propaganda dan tekanan ekonomi luar biasa terhadap Iran, dapat memaksa negara itu untuk menyerah di hadapan kehendaknya. Pemerintah Trump menekan rakyat Iran secara ekonomi agar mereka terjepit dalam kemiskinan dan menderita dalam kondisi paling buruk sehingga membuka kesempatan terciptanya kerusuhan dan ketidakamanan di Iran.

Langkah Amerika ini tidak lain adalah intervensi dalam urusan internal Iran yang merupakan langkah yang sepenuhnya melanggar hukum internasional dan melanggar Piagam PBB.

Di saat yang sama, strategi Trump terkait Iran menjustifikasi realitas bahwa Presiden Amerika sama sekali tidak mengenal rakyat Iran. Pengalaman 40 tahun membuktikan bahwa semakin ditekan oleh asing, rakyat Iran semakin solid dan bersatu.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif di laman Twitternya menulis, setelah 40 tahun pilihan-pilihan yang keliru, sudah saatnya Donald Trump meninjau ulang kebijakan Amerika yang gagal.

Terlepas dari klaim Trump yang akan membuat Iran terkucil dan tertekan, dunia saat ini memahami dengan baik bahwa strategi Trump terkait Iran lahir dari permusuhan mendalam Presiden Amerika itu terhadap Tehran karena tidak pernah mau tunduk dan mematuhi perintah Washington.

Oleh karena itu sebagaimana sebelumnya, kebijakan penggulingan pemerintahan Iran oleh pemerintah Amerika hanya akan semakin memperkokoh solidaritas rakyat negara ini dan memperkuat semangat anti-imperialisme mereka. (HS)