Gelombang Tekanan Baru AS terhadap Cina
https://parstoday.ir/id/news/world-i67744-gelombang_tekanan_baru_as_terhadap_cina
Naiknya Donald Trump sebagai orang nomor satu di AS sejak Januari 2017 mengubah arah kebijakan luar negeri negara ini, terutama menyulut konfrontasi langsung dengan rival dagangnya, Cina.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 22, 2019 17:11 Asia/Jakarta
  • Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump
    Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump

Naiknya Donald Trump sebagai orang nomor satu di AS sejak Januari 2017 mengubah arah kebijakan luar negeri negara ini, terutama menyulut konfrontasi langsung dengan rival dagangnya, Cina.

Sejak Juni 2018, AS menyulut perang dagang dengan Cina yang merupakan mitra dagang terbesarnya, dengan menjatuhkan tarif impor baru untuk komoditas dari Cina.

Setelah dilakukan perundingan terbaru antara Presiden AS, Donald Trump dan Presiden Cina, Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 di Argentina, kedua negara melakukan gencatan dagang selama 90 hari.

Tapi fakta menunjukkan AS tidak serius untuk berdamai dengan Cina. Trump mengklaim AS telah memperkaya dan merekonstruksi Cina, tapi kini kondisi harus diubah. Washington mengambil sejumlah langkah, termasuk menjegal pengaruh perdagangan dan teknologi Cina melalui perusahaan-perusahaan besar.

Saat ini perhatian pemerintah Trump difokuskan terhadap upaya untuk menjegal aktivitas korporasi raksasa teknologi Cina, yaitu perusahaan Huawei. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo hari Kamis menyatakan, AS akan menghentikan kerja sama pertukaran informasi dengan negara-negara yang menggunakan produk perusahaan Huawei.

Washington mengklaim dengan cara tersebut bisa menjaga informasi rahasia miliki AS. Menurut Pompeo, AS berupaya menunjukkan kepada negara lain bahwa sistem teknologi informasi yang menggunakan produk Huawei sangat berbahaya, dan pihak manapun harus menaatinya jika tidak mau menghadapi konsekuensinya.

Meng Wanzhou

AS memperlakukan perusahaan Huawei secara keras. Pada Desember 2018, polisi Kanada atas permintaan dari Washington menangkap Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou dengan alasan melanggar sanksi AS terhadap Iran. Wanzhou akan diekstradisi ke AS. Masalah tersebut memicu reaksi keras Cina dan akhirnya Wanzhou dibebaskan dengan jaminan. 

Penangkapan Wanzhou dan rencana ekstradisi ke AS serta kemungkinan penahanan yang panjang menunjukkan masalah tersebut lebih dari isu pelanggaran sanksi terhadap Iran. Targetnya, AS dan sekutunya di Eropa dan Asia Timur menghindari kerja sama dengan Huawei. Tampaknya tekanan tersebut relatif membuahkan hasil. Sebagian dari mereka menghalangi aktivitas perusahaan Huawei di negaranya. Oleh karena itu tekanan terhadap perusahaan Huawei demi membatasi kemajuan teknologi Cina dan meraih keuntungan dari perang dagang antara AS dan Cina. 

Peringatan keras ini disampaikan kementerian luar negeri AS kepada negara mana saja yang mengizinkan aktivitas perusahaan Huawei di negaranya, maupun menggunakan produk-produk buatan perusahaan Cina tersebut. Tampaknya, AS sudah sangat khawatir melihat kemajuan teknologi Cina seperti perushaaan Huawei dan menempatkannya sebagai rival utama. Oleh karena itu, AS berupaya untuk mengeluarkannya dari arena persaingan.

Di sisi lain, penangkapan Wanzhou yang dilakukan polisi Kanada atas permintaan AS menjadi indikasi bagi Huawei ke depan akan menghadapi tantangan yang besar untuk aktivitas bisnisnya di Amerika Utara, dan kemungkinan Eropa. Tapi dukungan penuh pemerintah Cina terhadap Huawei menunjukkan bahwa Beijing tidak akan membiarkan perusahaan teknologi ini menjadi bulan-bulanan permusuhan AS.(PH)