Jerman: Saudi Cegah Kehadiran Pengamat di Pengadilan Pembunuhan Khashoggi
-
Para tersangka pembunuh Khashoggi
Departemen Luar Negeri Jerman Rabu malam (27/3) dalam statemennya menyatakan, Riyadh menolak kehadiran para pengamat di sidang pengadilan para terdakwa kasus pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan dan kritikus Saudi.
IRNA melaporkan, sebelumnya petinggi Turki juga berulang kali menyatakan bahwa Ankara telah memberikan kepada Riyadh seluruh data dan informasi yang dibutuhkan terkait berkas pembunuhan Khashoggi, namun Saudi tidak melakukan kerja sama timbal balik.
Jaksa Agung Arab Saudi pada 3 Januari lalu mengkonformasikan sidang pertama terhadap para tersangka pembunuh Khashoggi, PBB menyebut langkah petinggi Saudi ini masih belum cukup dan menuntut penyidikan transparan dan komprehensif.
Petinggi Riyadh menilai segala bentuk kerja sama dengan pengamat internasional terkait hukuman terhadap pelaku pembunuhan Khashoggi sebagai intervensi dalam urusan internalnya serta Saudi menolak tegas keterlibatan pengamat internasional di kasus ini.
Jamal Khashoggi dinyatakan hilang sejak 2 Oktober 2018 setelah memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.
Setelah bungkam dan menepis segala bentuk kemungkinan selama 18 hari, akhirnya Arab Saudi pada 19 Oktober 2018 setelah ditekan masyarakat internasional mengakui bahwa Khashoggi dibunuh di konsulatnya di Istanbul.
Jamal Khashoggi termasuk dalam list hitam dan buron Arab Saudi. Karena takut ditangkap pemerintah Riyadh, akhirnya Khashoggi hidup di luar negeri.
Koran The Guardian cetakan London baru-baru ini dalam laporannya menyebutkan, proses transformasi Arab Saudi selama beberapa tahun terakhir mengikuti sebuah teladan yang jelas, sejak Mohammad bin Salman (MBS) resmi menjadi Pangeran Mahkota, Riyadh aktif menumpas penentangan dan oposan. (MF)