Nancy Pelosi Kritik Berlanjutnya Intervensi AS di Perang Yaman
https://parstoday.ir/id/news/world-i69352-nancy_pelosi_kritik_berlanjutnya_intervensi_as_di_perang_yaman
Ketua Kongres Amerika Serikat, Nancy Pelosi mengkritik langkah Presiden Donald Trump menveto resolusi DPR untuk memutus dukungan terhadap Koalisi Arab di perang Yaman.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 17, 2019 08:28 Asia/Jakarta
  • Ketua DPR AS Nancy Pelosi
    Ketua DPR AS Nancy Pelosi

Ketua Kongres Amerika Serikat, Nancy Pelosi mengkritik langkah Presiden Donald Trump menveto resolusi DPR untuk memutus dukungan terhadap Koalisi Arab di perang Yaman.

Seperti diwartakan IRNA, Nancy Pelosi di akun twitternya menulis, Donald Trump melanjutkan intervensi Amerika Serikat di krisis Yaman.

Presiden AS Donald Trump

Pesan ini menambahkan, sengketa di Yaman sebuah krisis kemanusiaan yang parah dan membuat hati seluruh dunia prihatin, namun presiden AS mengambil keputusan membabi buta dan mengabaikan suara dua partai serta dua pilah DPR dan tetap melanjutkan intervensi AS di krisis ini.

Pelosi seraya menekankan bahwa sengketa ini harus segera diakhiri menambahkan, DPR meminta presiden memperioritaskan perdamaian di kebijakannya dan bekerja sama dengan Kami untuk menyelesaikan krisis di Yaman serta menyelamatkan nyawa manusia.

Trump Rabu dini hari (17/4) untuk kedua kalinya menggunakan hak vetonya terhadap kepurusan DPR dan dalam suratnya kepada Senat menulis, resolusi ini tidak urgen serta menimbulkan dampak negatif di hubungan luar negeri Amerika.

Resolusi DPR AS ini meminta Trump menarik pasukan Amerik atau mereka yang memiliki pengaruh di perang ini, kecuali pasukan yang tengah berperang melawan al-Qaeda.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara lainnya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade negara tersebut dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sampai saat ini telah merenggut nyawa lebih dari 16 ribu orang, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi. (MF)