Rusia Perkuat Kehadiran di 'Halaman Belakang' AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i72834-rusia_perkuat_kehadiran_di_'halaman_belakang'_as
Rusia mengambil langkah-langkah signifikan untuk memulihkan kekuatan ekonomi dan militernya dalam dua tahun terakhir dan menyejajarkan posisinya dengan kekuatan lain di kancah dunia.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 14, 2019 10:02 Asia/Jakarta
  • Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, November 2018.
    Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, November 2018.

Rusia mengambil langkah-langkah signifikan untuk memulihkan kekuatan ekonomi dan militernya dalam dua tahun terakhir dan menyejajarkan posisinya dengan kekuatan lain di kancah dunia.

Dalam hal ini, Rusia mengambil langkah untuk membentuk dan memperluas hubungan militer dengan negara-negara Amerika Latin. Tujuan Moskow adalah memiliki kehadiran militer di kawasan dan memperkuat hubungan dengan pemerintahan kiri.

Rusia selalu menaruh perhatian khusus kepada Kuba dan para pejabat tinggi Moskow melakukan serangkaian kunjungan ke negara itu dalam beberapa tahun terakhir. Mereka telah mengambil langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama militer dan pertahanan bilateral.

Seorang pejabat layanan federal untuk kerja sama militer-teknis Rusia mengatakan, Moskow dan Havana telah menandatangani kontrak untuk memodernisasi industri militer Kuba.

Wakil Ketua Layanan Federal untuk Kerjasama Militer-Teknis, Anatoly Punchuk mengatakan Rusia dan Kuba menandatangani sebuah kontrak untuk modernisasi industri militer Kuba.

"Dalam pelaksanaannya, Kuba akan memperoleh pinjaman 38 juta euro dari pemerintah Rusia," tambahnya.

Bendera Nasional Rusia dan Kuba.

Berdasarkan kesepakatan ini, Rusia akan memodernisasi teknologi dan peralatan militer yang sebelumnya diberikan ke Kuba. Rusia juga mengambil langkah-langkah untuk menyerahkan peralatan baru, menangani kekurangan, dan menyempurnakannya.

Presiden Vladimir Putin berulang kali menekankan perluasan hubungan strategis Rusia-Kuba. Mantan Presiden Kuba, Raul Castro juga menekankan kerja sama kedua negara di bidang-bidang strategis secara menyeluruh.

Penghapusan utang 90 persen dari utang Kuba kepada Uni Soviet merupakan bagian dari upaya Moskow untuk menghidupkan hubungan dengan Havana.

Meski demikian, poros penting yang memperkuat kerja sama ini adalah pendekatan harmonis kedua pihak dalam masalah keamanan regional dan dunia.

Dengan memperhatikan pembicaraan antara pejabat tinggi kedua negara, Rusia diharapkan akan segera menghidupkan kembali pangkalan militernya di Kuba yaitu pangkalan militer Lourdes.

Anggota Dewan Publik Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Korotchenko menuturkan, Rusia tidak boleh berdiam diri terhadap langkah AS keluar dari perjanjian rudal dan menghidupkan kembali pangkalan militer Lourdes akan menjadi sebuah pelajaran yang baik bagi para politisi arogan Amerika.

Demi melawan AS, Rusia harus memiliki kehadiran militer di Amerika Latin termasuk di negara-negara yang berdekatan dengan AS. Rusia tampaknya juga bertekad untuk meningkatkan hubungan militer dengan negara-negara penentang hegemoni AS seperti Venezuela, Kuba, Nikaragua, dan Bolivia.

Jelas, ini tidak akan menjadi sebuah berita baik bagi pemerintahan Trump, yang telah meningkatkan intervensinya di wilayah Amerika Latin dengan tujuan mendongkel pemerintahan kiri dan para penentang hegemoni AS. (RM)