PBB Sambut Kesepakatan Transisi Kekuasaan di Sudan
-
Stéphane Dujarric
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyabut baik kesepakatan pihak-pihak yang bertikai di Sudan terkait transisi kekuasaan kepada pemerintah sipil.
Kantor Berita Xinhua Sabtu (17/08) melaporkan, Juru bicara sekjen PBB, Stephane Dujarric di statemennya menyatakan, Antonio Guterres sangat puas dengan kesepakatan pembentukan pemerintahan transisi sipil di Sudan serta memuji Uni Afrika dan Ethiopia yang memainkan peran di bidang ini serta mengawasi dan mengkoordinasi perundingan.
Di statemen PBB disebutkan bahwa Guterres siap bekerja sama dengan petinggi dan lembaga Sudan bagi proses transisi politik yang sukses di negara ini.
Statemen ini menekankan komitmen sekjen PBB untuk mendukung proses transisi politik di Sudan dan perealisasian tuntutan rakyat di bidang perdamaian dan demokrasi.
"Sekjen PBB juga menekankan pentingnya upaya untuk menghidupkan perekonomian dan sosial di Sudan serta menempatkan negara ini di jalur pembangunan berkesinambungan dan menjamin kepentingan seluruh rakyat," papar Dujarric.
Dokumen konstitusi sementara Sudan untuk penyerahan kepada pemerintahan sipil di negara ini ditandatangani Dewan Tinggi Militer dan kubu oposisi hari Sabtu (17/08).
Pasca kudeta 11 April dan pelengseran Jend. Omar Bashir dari posisinya sebagai presiden, kekuasaan negara ini diambil alih oleh Dewan Tinggi Militer Sudan.
Rakyat dan berbagai kubu politik serta kelompok sosial Sudan seraya melanjutkan aksi protesnya di beberapa bulan terakhir menuntut penyerahan kekuasaan kepada sipil. (MF)