PBB Peringatkan kondisi Krisis Anak akibat Konflik Bersenjata
-
Anak-anak korban perang
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan kondisi anak-anak di konflik bersenjata sangat sulit dan krisis.
Xinhua melaporkan, PBB di laporan terbarunya mengkonfirmasi berlanjutnya pelanggaran serius hak anak di konflik bersenjata di tahun 2018 dan menuntut kerja sama internasional untuk melindungi jutaan anak-anak di dunia.
Di laporan ini disebutkan, konflik bersenjata dengan korban yang terus meningkat di tahun 2018 terus memberi dampak merusak terhadap anak-anak.
PBB di laporannya ini menyebut sangat parah kondisi anak-anak, khususnya di konflik bersenjata Benua Afrika.
Masih menurut sumber ini, kondisi anak-anak di perang Suriah juga sangat sulit.
PBB sebelumnya mengumumkan, selama lilma setengah tahun terakhir lebih dari 7500 anak-anak di Yaman tewas dan terluka selama agresi koalisi Arab Saudi.
Koalisi Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat masih tetap melanjutkan serangannya terhadap infrastruktur dan warga Yaman. (MF)