Guterres Desak Perhatian Pemerintah terhadap Tuntutan Rakyat
-
Sekjen PBB Antonio Guterres
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menekankan supaya kekerasan terhadap konsentrasi dan aksi demo dihindari dan menyeru berbagai pemerintah untuk memperhatikan kesulitan sejati rakyat.
Seperti dilaporkan IRNA, Antonio Guterres Jumat (25/10) di depan wartawan di PBB mengatakan, "Kita menyaksikan gelombang protes di seluruh dunia, mulai dari Asia Barat hingga Amerika Latin dan Caracas, dari Eropa hingga Asia dan Afrika."
Sekjen PBB menjelaskan, sejumlah aksi protes dipicu oleh tuntutan politik dan sejumlah lainnya karena kenaikan harga, korupsi dan beragam diskriminasi.
Seraya menekankan bahwa di seluruh aksi protes ada titik kesamaan yang harus direnungkan, Guterres mengatakan, "Kepercayaan antara rakyat dan pemerintah mulai menurun."
Menurut statemen Guterres, dunia menghadapi dampak globalisasi dan teknologi baru yang meningkatkan ketimpangan di masyarakat.
Sekjen PBB juga mengaku khawatir atas kondisi politik Irak dan protes rakyat di negara ini.
Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi hari Kamis lalu bertepatan dengan meletusnya aksi demo warga, telah mengumumkan sekumpulan reformasi politik di pemerintah.
Seraya menjelaskan bahwa pemerintah mendukung aksi demo damai, Abdul-Mahdi mengungkapkan, pekan depan akan diberlakukan reformasi di berbagai departemen pemerintah. (MF)