Pompeo: AS Cabut Pengecualian Nuklir terkait Fordow
-
Mike Pompeo
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo Senin (17/11) seraya mengulang tudingan tak berdasar terhadap program nuklir damai Iran menyatakan, Washington akan membatalkan pengecualian sanksi terkait kerja sama nuklir dengan Iran di instalasi Fordow.
Menurut laporan IRNA, Mike Pompeo tanpa mengisyaratkan keluarnya AS secara ilegal dari JCPOA, meminta Iran menghentikan pengayaan uranium di instalasi nuklir Syahid Ali Mohammadi "Fordow".
Seraya menuding Iran berusaha meyakinkan aktivitas nuklir regionalnya kepada dunia melaluai apa yang ia klaim sebagai "penarikan upeti nuklir kepada dunia", Pompeo menambahkan, Amerika Serikat menolak tegas pendekatan ini dan meminta seluruh negara untuk melakukan hal serupa.
Menlu AS lebih lanjut mengklaim, solusi tunggal terkait Iran adalah mencapai kesepakatan komprehensif dengan Tehran di mana dibahas seluruh kekhawatiran terkait Iran.
Amerika 3 Mei lalu juga membatalkan pengecualian kerja sama nuklir dengan Iran termasuk relokasi uranium yang diperkaya dan air berat ke luar Iran.
Langkah ini sepenuhnya bertentangan dengan JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.
Kerja sama nuklir damai dengan Iran merupakan salah satu dari butir kesepakatan nuklir JCPOA.
Pemerintah Amerika sejak hari pertama implementasi JCPOA (16 Januari 2016) melakukan sabotase dan mulai berusaha mengurangi konsesi ekonomi Iran dari kesepakatan nuklir.
Dengan berkuasanya Donald Trump di Amerika, sabotase ini semakin meningkat dan ia berulang kali mengancam negaranya akan keluar dari kesepakatan nuklir.
Pada akhirnya Trump Sabtu (8 Mei 2018) secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA, mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir dan memulihkan kembali sanksi ilegal nuklir terhadap Iran.
Langkah Trump tersebut menuai kecaman luas baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional. (MF)