Rusia Prihatin dengan Rencana Pengiriman Pasukan Turki ke Libya
-
Kekacauan dan konflik bersenjata masih terus mengguncang Libya.
Para pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan bahwa mereka sangat prihatin dengan rencana Turki untuk mengirim pasukannya ke Libya.
Seperti dilaporkan kantor berita Interfax, Jumat (20/12/2019), para pejabat Rusia menuturkan perjanjian keamanan yang ditandatangani antara Turki dan pemerintah persatuan nasional Libya, menimbulkan banyak pertanyaan bagi Rusia.
Mereka memperingatkan bahwa campur tangan asing di Libya hanya akan memperburuk situasi di negara itu.
Pada 27 November lalu, Ankara dan Tripoli mencapai dua nota kesepahaman mengenai kerja sama militer dan batas-batas maritim kedua negara di timur Laut Mediterania.
Setelah penandatanganan itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Ankara mungkin mempertimbangkan untuk mengirim pasukan ke Libya jika pemerintah Tripoli mengajukan permintaan semacam itu.
Erdogan baru-baru ini juga mengatakan bahwa Turki tidak bisa tetap diam terhadap "tentara bayaran" yang didukung Rusia untuk membantu pasukan Jenderal Khalifa Haftar di Libya. (RM)