Cotton: Tak Berhenti Serang Warga AS, Iran Tanggung Akibatnya
-
Tom Cotton
Dua senator Amerika Serikat memuji keputusan Presiden Donald Trump menyerang Hashd Al Shaabi di Irak.
Fars News (30/12/2019) melaporkan, salah satu senator garis keras Partai Republik, Tom Cotton mengomentari serangan Amerika ke markas Hashd Al Shaabi di Provinsi Al Anbar, Irak.
Di laman Twitternya Cotton menulis, serangan hari ini ke kelompok dukungan Iran di Irak dan Suriah, adalah reaksi tepat atas tewasnya seorang warga Amerika dan terlukanya beberapa yang lain di Irak. Iran harus menghentikan serangan ke warga Amerika, atau ia harus menerima balasan yang lebih keras.
Sementara itu senator Amerika lain, Lindsey Graham juga memuji Trump karena telah membalas sepak terjang Iran di Irak dan Suriah.
Amerika, Ahad (29/12) malam menyerang markas Kataib Hezbollah salah satu afiliasi Hashd Al Shaabi Irak di kota Al Qaim, Provinsi Al Anbar yang berbatasan dengan Suriah. Serangan ini menewaskan sedikitnya 25 anggota Hashd Al Shaabi dan melukai 51 lainnya.
Hari Jumat (27/12) salah satu pangkalan Amerika di Kirkuk, Irak diserang. Serangan itu menewaskan seorang kontraktor dan melukai beberapa tentara Amerika. Gedung Putih kemudian menuduh Iran mendalangi serangan tersebut dengan memanfaatkan milisi bersenjata dukungannya di Irak. (HS)