Trump kembali Tuding Syahid Soleimani Berusaha Serang Pusat Diplomatik AS
-
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyesatkan opini publik dan menjustifikasi serangan teror negaranya terhadap Komandan pasukan Quds IRGC Iran, Letjen Qasem Soleimani, kembali mengklaim bahwa Syahid Soleimani berusaha menyerang pusat-pusat diplomatik Amerika Serikat.
Donald Trump Jumat (10/01) kepada Fox News mengatakan, ketika Soleimani terbunuh di serangan drone Amerika, sepertinya Iran berencana menyerang kedubes AS di Baghdad.
Trump yang selama beberapa hari terakhir berada di bawah tekanan berat dalam dan luar negeri karena aksi ilegalnya memberi instruksi pembunuhan terhadap Letjen Soleimani dan rombongannya di Irak, mengatakan, "Selain kedubes Amerika di Baghdad, Iran juga berencana menyerang sejumlah kedubes AS di negara kawasan."
Seiring dengan proyeksi Trump terkait serangan teror terhadap Letjen Soleimani dan pejuang muqawama di Irak, Senator Chris Van Hollen dari negara bagian Maryland hari Jumat menekankan, berbeda dengan klaim pejabat Amerika, tidak ada ancaman dalam waktu dekat dari Letjen Soleimani dan Iran terhadap Amerika Serikat.
Letjen Qasem Soleimani, komandan pasukan Quds IRGC yang diundang secara resmi petinggi Irak pada Jumat (03/01) untuk berkunjung ke negara ini gugur syahid bersama Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Hashd al-Shaabi Irak bersama rombongan akibat serangan udara Amerika Serikat di dekat bandara udara Baghdad. (MF)