Mengapa AS Tutupi Dampak Serangan Rudal Iran ke Ain Al-Assad ?
-
Pangkalan militer AS, Ain Al-Assad porak poranda
Republik Islam Iran melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Irak pada hari Rabu (8/1/2020) sebagai aksi balasan atas serangan teroris terhadap Syahid Letjen Qasem Soleimani dan rekan-rekannya di sekitar bandara internasional Baghdad. AS pada awalnya membantah kerugian besar akibat serangan tersebut, tapi kemudian mulai mengakui belasan orang terluka.
Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump dalam cuitannya menyatakan semua baik-baik saja. Tapi kemudian militer AS mengakui 11 tentaranya sedang dirawat karena cedera di bagian kepala. Juru bicara Pusat Komando Militer AS, Kapten Bill Urban Kamis (16/1) mengatakan, "Beberapa personel dirawat karena gejala gegar otak akibat ledakan dan masih dalam penilaian," .
Ironisnya, Pentagon mengklaim baru mengetahui informasi tersebut. Presiden AS Donald Trump, Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan pejabat tinggi AS lainnya berulang kali mengklaim bahwa serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS tidak menyebabkan korban tewas maupun cedera.

Tampaknya, Trump sengaja berusaha menyangkal adanya korban dari pihak tentara AS demi menjaga gengsi AS, yang pertama kali pangkalan militernya diserang oleh negara lain setelah Perang Dunia II.
Alasan lain Trump menutupi dampak serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS di Irak demi menghindari konfrontasi langsung dengan Iran, yang memiliki konsekuensi luas bagi Washington dan sekutu regionalnya. Padahal sebelum serangan rudal Iran, Trump sesumbar akan menargetkan 52 situs Iran sebagai tanggapan atas tindakan militer Iran.
Kini, Trump yang selama ini dikenal sebagai pembohong, kembali terbongkar kebohongan barunya bagi publik AS mengenai besarnya kerugian yang dialami AS dalam serangan rudal Iran ke pangkalan militer Ain Al-assad di Irak.
Selain Trump, pejabat militer dan keamanan AS lainnya, termasuk Menteri Pertahanan Mark Esper dan Kepala Staf Angkatan Darat AS Mark Milley, juga berulang kali mengklaim bahwa pasukan AS tidak terluka dalam serangan balasan Iran.
Sepekan setelah serangan rudal Iran, koran Washington Post melaporkan dalam sebuah laporannya, "Akibat dari serangan rudal ini, setidaknya dua tentara AS terlempar ke luar jendela dari bangunan tinggi dan puluhan lainnya pingsan."

Media AS perlahan-lahan membocorkan informasi tentang korban serangan rudal Iran ke pangkalan militer Ain Al-Assad, dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun sejauh ini, pengakuan mengenai 11 orang korban tentara AS yang cedera bertentangan dengan pernyataan Trump sebelumnya. Tentu saja masalah ini telah menuai reaksi dari dalam maupun di luar Amerika Serikat.
Sejumlah warga AS yang mengkhawatirkan kondisi keluarga mereka yang bertugas di Ain Al-Assad mengeluh kepada jaringan berita seperti CNN. Masalah Ini menunjukkan bahwa pemerintahan Trump dengan sengaja berusaha menyembunyikan kerugian besar yang dialami AS dalam serangan rudal Iran terhadap Ain al-Assad.(PH)