Uni Eropa: Proses Politik, Solusi Tunggal bagi Krisis Libya
-
Konferensi Libya di Berlin
Ketua Komisi Eropa dan Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa menilai solusi tunggal menyelesaikan bentrokan di Libya adalah proses politik.
Seperti dilaporkan Kantor Berita Anadolu, Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Josep Borrell di statemen bersama usai konferensi perdamaian Libya di Berlin menyatakan, mekanisme permanen bagi krisis Libya adalah media PBB yang memperioritaskan kebutuhan rakyat Libya.
Di statemen bersama ini disebutkan, mekanisme tunggal politik yang digagas Libya sendiri yang mampu mengakhiri bentrokan dan menciptakan perdamaian permanen.
Konferensi Berlin digelar hari Ahad (19/01) dan dihadiri oleh perwakilan 14 negara, 4 organisasi internasional dan regional termasuk PBB, Uni Eropa, Uni Afrika dan Liga Arab.
Peserta konferensi ini menekankan pentingnya mempertahankan dan komitmen terhadap sanksi senjata kepada Libya dan mereka sepakat untuk tidak mendukung pihak-pihak yang terlibat bentrokan di negara ini.
Libya sejak kebangkitan rakyat tahun 2011 yang berujung pada tumbangnya diktator Muammar Gaddafi mengalami kekerasan, bentrokan dan instabilitas politik karena intervensi AS dan sejumlah negara Eropa serta kawasan.
Libya saat ini dibagi menjadi dua kekuatan.
Salah satunya pemerintah di Tripoli yang dipimpin Perdana Menteri Fayez al-Sarraj yang diakui oleh PBB dan lainnya pemerintah di Tobruk di wilayah timur yang didukung oleh Tentara Nasional Libya pimpinan Khalifa Haftar yang didukung oleh Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi dan sejumlah negara Eropa. (MF)