Upaya Baru Pemerintah Trump untuk Menggulingkan Maduro
-
Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Selama masa kepresidenan Donald Trump, Amerika Serikat telah memfokuskan upayanya untuk menggulingkan pemerintah kiri Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro dengan membawa pemerintah pro-AS yang dipimpin oleh Juan Guaido. Amerika Serikat dalam upayanya menggunakan semua cara yang mungkin.
Dalam langkah terbarunya, Kementerian Kehakiman AS mengumumkan pada hari Kamis (26/03/2020), bahwa pemerintah AS telah mengumumkan dakwaan pidana terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan sejumlah pejabat pemerintah karena diduga mengorganisir organisasi teroris untuk tujuan perdagangan narkoba. Kementerian Kehakiman AS mengklaim Maduro dan kaki tangannya dituduh melakukan perdagangan narkotika, terutama kokain, dalam koordinasi penuh dengan kelompok pemberontak FARC di Kolombia. Jaksa federal AS diharapkan untuk mengklaim bahwa pejabat senior Venezuela telah memutuskan untuk terlibat besar dalam perdagangan obat-obatan terlarang dengan harapan membantu pemberontak Kolombia. Surat kabar The Los Angeles Times telah mengklaim bahwa kerja sama ini telah dilakukan selama kepresidenan Hugo Chavez.
Sebagai tanggapan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan, "Pemerintah AS telah membuat serangkaian tuduhan dengan cara yang sangat dahsyat dan pengecut. Perilaku ini sama seperti koboi rasis abad ke-19 yang menetapkan hadiah bagi revolusioner yang siap perang."
"Donald Trump kamu makhluk sengsara. Dia bukan hanya rasis tetapi dia juga menjalankan hubungan internasional seperti arogan," tambahnya
Langkah baru AS untuk menuduh presiden sayap kiri Venezuela dan sejumlah pejabat tinggi negara ini terlibat dalam perdagangan narkoba adalah langkah terbaru oleh pemerintahan Trump untuk mencoba menggulingkan Maduro dan membawa pemerintah sayap kanan baru di negara kaya minyak Amerika Latin ini. Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan, "Donald Trump meluncurkan kudeta baru terhadap pemerintah Venezuela dengan menyerang rakyat Venezuela dan lembaga-lembaga demokratis atas tuduhan yang tidak berdasar dan memalukan terhadap Nicolas Maduro."
Amerika Serikat mendukung pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido dengan menyebut pemerintahan Maduro ilegal dengan menuduhnya melakukan kecurangan dalam pemilihan presiden. Pada 23 Januari 2019, Juan Guido mengangkat dirinya sebagai presiden negara ini dan AS langsung mengakuinya secara resmi. Rakyat dan militer Venezuela serta banyak negara lain di dunia menilai apa yang dilakukan Guaido sebagai kudeta terhadap pemerintah berdaulat negara ini dan menentangnya. Sekalipun demikian, dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump telah meningkatkan upayanya untuk menggulingkan pemerintah kiri Venezuela dan melengserkan Nicolas Maduro.
Washington, dengan dukungan terbukan terhadap Juan Guaido, telah memfokuskan penggunaan instrumen ekonomi dan perang psikologis ditambah propaganda melawan Maduro untuk menggulingkannya. Washington, misalnya, mengundang Guaido untuk menghadiri pidato tahunan Trump ke Kongres AS, dan kemudian Trump bertemu dengannya di Gedung Putih. Selanjutnya, pemerintah Trump memberlakukan sanksi baru terhadap Venezuela, khususnya sanksi terhadap maskapai penerbangannya.
Meskipun Guaido berjuang untuk mendapatkan kekuasaan melalui Amerika Serikat, tetapi ia benar-benar kehilangan legitimasinya, sehingga pemerintahan Trump memfokuskan upayanya pada serangkaian tindakan yang mengarah pada penggulingan Maduro. Sebaliknya, Maduro menuduh AS mencampuri urusan dalam negeri Venezuela dan bersikeras bahwa tindakan ini hanya sia-sia serta selama rakyat Venezuela mendukung pemerintah sayap kiri, tuduhan subversif pemerintahan Trump terhadap Venezuela tidak akan berhasil.