BRICS dan Perlawanan Global terhadap Unilateralisme AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i80866-brics_dan_perlawanan_global_terhadap_unilateralisme_as
Sanksi unilateral AS terhadap sejumlah negara dunia memicu penentangan dari berbagai kalangan termasuk dari kelompok BRICS.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Apr 29, 2020 20:34 Asia/Jakarta
  • Bendera anggota BRICS
    Bendera anggota BRICS

Sanksi unilateral AS terhadap sejumlah negara dunia memicu penentangan dari berbagai kalangan termasuk dari kelompok BRICS.

Para menteri luar negeri Rusia, Cina, Brasil, India dan Afrika Selatan yang tergabung dalam kelompok BRICS pada pertemuan telekonferensi hari Selasa (28/4/2020) menekankan perlunya mencabut sanksi sepihak AS terhadap sejumlah negara di tengah penyebaran epidemi Covid-19.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov yang memimpin pertemuan tersebut mengatakan bahwa semua anggota BRICS menyepakati perlunya mencabut sanksi yang dijatuhkan AS kepada pihak lain. Menurut Lavrov, para menteri luar negeri BRICS sepakat bahwa sanksi unilateral menjegal perang kolektif melawan virus corona, dan semua pihak sepakat bahwa tindakan itu ilegal dan tidak konsisten dengan Piagam PBB maupun resolusi Dewan Keamanan PBB.

Amerika Serikat memiliki sejarah panjang dalam menjatuhkan sanksi terhadap negara lain demi mewujudkan kepentingan luar negerinya. Sanksi-sanksi ini dijatuhkan dengan dalih ancaman terhadap kepentingan nasional AS. Bahkan dalam kondisi kritis saat ini, Washington terus mengejar pendekatan sanksinya. Amerika Serikat adalah negara yang paling sering menjatuhkan embargo terhadap negara lain. Selain Iran, Washington juga menjatuhkan sanksi sepihak kepada negara-negara seperti Rusia, Venezuela, Kuba, Suriah dan Korea Utara.

Meskipun sanksi AS diterapkan terhadap negara lain dengan berbagai alasan dari politik, komersial, keamanan, hingga hak asasi manusia, terutama kepada negara saingan atau rivalnya, tapi alasan utama pendekatan Washington tersebut demi mengejar kepentingannya sendiri. Tapi publik dunia menentangnya. Menteri Energi Rusia, Alexander Novak mengatakan semua negara dunia sudah lelah dengan sanksi AS, dan negara ini sudah tidak bisa lagi mengontrol berbagai negara yang para pemimpinnya tidak disetujui Washington.

 

sanksi AS

 

Kelanjutan dan intensifikasi sanksi AS di tengah penyebaran epidemi Corona telah meningkatkan protes internasional terhadap pendekatan Washington.

Kini muncul upaya global, bahkan di dalam negeri AS sendiri untuk memaksa pemerintahan Trump mencabut sanksi terhadap negara lain. Dalam hal ini, negara-negara anggota BRICS percaya bahwa negara-negara dunia harus bersatu melawan sanksi AS.

Meskipun menghadapi tuntutan publik internasional yang menyerukan pencabutan sanksi, tapi pemerintahan Trump tetap melanjutkan tekanan sanksi terhadap Iran selama masa penyebaran Covid-19. Kebijakan Trump memberlakukan sanksi yang melumpuhkan terhadap Tehran sebagai bagian dari kebijakan tekanan maksimumnya telah memperburuk penyebaran virus corona di Iran.

Mengingat efek destruktif dari berlanjutnya sanksi sepihak AS, yang tidak pernah mendapatkan izin dari Dewan Keamanan PBB, maka negara-negara dunia harus bersatu melawan unilateralisme Amerika Serikat, sehingga pejabat Washington dipaksa untuk mempertimbangkan langkah sanksinya tersebut.(PH)