Mengapa Trump Ingin Menghukum Cina ?
https://parstoday.ir/id/news/world-i80950-mengapa_trump_ingin_menghukum_cina
Presiden AS, Donald Trump yang diterpa berbagai kritik di dalam negeri akibat kegagalannya menangani Covid-19 berusaha menyalahkan Cina sebagai kambing hitam.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
May 03, 2020 04:54 Asia/Jakarta

Presiden AS, Donald Trump yang diterpa berbagai kritik di dalam negeri akibat kegagalannya menangani Covid-19 berusaha menyalahkan Cina sebagai kambing hitam.

Juru bicara Gedung Putih, Kayleigh McEnany mengatakan Presiden Trump serius memutuskan untuk menghukum Cina dalam masalah virus corona.

Langkah ini diambil di saat pemerintahan Trump kewalahan dalam penanganan Covid-19. Penyebaran virus corona yang meningkat di Amerika Serikat dan kurangnya fasilitas dan peralatan medis di negara ini telah merenggut nyawa lebih dari 67.000 orang dengan jumlah kasus positif melampaui 1.160.774 orang. 

Selain warga AS, banyak politisi dan senator negara ini menilai presiden mereka gagal mengambil tindakan tepat waktu dalam penanganan virus corona. Trump dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas tingginya tingkat kematian warga negara AS akibat Covid-19.

Di tengah derasnya kritik tersebut, Trump menyalahkan Beijing atas penyebaran pandemi global ini dan mengklaim Cina harus bertanggung jawab atas penyebaran virus corona karena menyembunyikan data statistik sebenarnya dan terlambat memberikannya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selama beberapa pekan terakhir, Trump berulangkali melancarkan serangan verbal kepada para pejabat Beijing mengenai masalah Covid-19. Dalam langkah yang tidak biasa di tengah krisis global akibat virus corona, presiden AS justru memangkas anggaran Organisasi Kesehatan Dunia dengan dalih lembaga internasional ini mendukung Cina. Trump juga tampak bersikeras untuk menghukum Beijing.

Trump mengklaim virus corona dibuat di laboratorium Wuhan. Lebih jauh Trump mendesak Cina supaya menjelaskan bagaimana virus corona bisa menyebar dari laboratorium di Wuhan; apakah itu kesalahan ataukah disengaja.

Ironisnya, klaim Trump tersebut muncul beberapa hari setelah Kantor Intelijen Nasional AS mengeluarkan pernyataan yang membantah hipotesis mengenai virus corona dibuat oleh manusia atau merupakan produk dari rekayasa genetika.

Di Amerika Serikat, virus corona tidak hanya menyasar kesehatan dengan jatuhnya korban jiwa yang besar, tetapi juga memukul pertumbuhan ekonomi negara ini. Jumlah warga miskin yang mengajukan asuransi pengangguran di Amerika Serikat terus melonjak. Situasi ini terjadi dalam kondisi sensitif menjelang hitungan bulan pemilu presiden AS pada November mendatang, dan Trump sedang berambisi untuk memenangkan periode kedua kalinya.

Kini, Trump sedang menjadikan Cina sebagai kambing hitam atas kegagalannya dalam penanganan Covid-19. Dia mengklaim Beijing berusaha mencegahnya memenangkan pilpres mendatang. Menurut Trump, Cina menginginkan rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden memenangkan pemilu presiden AS demi menghilangkan atau mengurangi tekanan Trump terhadap Beijing berkaitan dengan perang dagang dan masalah lainnya. Tentu saja, Cina segera membantah tuduhan itu.

 

Jubir Kemenlu Cina, Geng Shuang

 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang mengatakan, "Pemilu 3 November adalah masalah internal Amerika Serikat, dan Beijing berharap bahwa orang-orang AS tidak  melibatkan Cina dalam permainan ini,".

Meskipun pemerintahan Trump terus menerus menyebarkan stempel pejoratif terhadap Beijing bahwa Cina sebagai penyebab wabah besar Covid-19 di Amerika Serikat, tapi kesalahan manajerial pemerintahannya dalam penanganan virus corona tidak dapat dimaafkan oleh masyarakat AS. Para oposan pemerintah AS meyakini bahwa pemerintahan Trump sedang berkilah dengan menyebar agitasi media terhadap pihak lain demi membenarkan kinerja buruknya dalam penanganan virus corona.

Dalam situasi demikian, langkah juru bicara Gedung Putih mengangkat masalah hukuman terhadap Cina, justru membuka borok Trump di mata rakyat AS sendiri. Mereka memandang Trump harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya yang keliru dan terlambat  dalam menghadapi pandemi global Covid-19.(PH)