Libya: Kami Berada dalam Situasi Perang dengan UEA
https://parstoday.ir/id/news/world-i82082-libya_kami_berada_dalam_situasi_perang_dengan_uea
Ketua Dewan Tinggi Pemerintah Libya di Tripoli, Khaled al-Mishri mengatakan hubungan pemerintah Tripoli dengan Uni Emirat Arab (UEA) terputus dan kedua negara berada dalam situasi perang.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 07, 2020 12:50 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi Tentara Nasional Libya pimpinan Jenderal Khalifa Haftar.
    Ilustrasi Tentara Nasional Libya pimpinan Jenderal Khalifa Haftar.

Ketua Dewan Tinggi Pemerintah Libya di Tripoli, Khaled al-Mishri mengatakan hubungan pemerintah Tripoli dengan Uni Emirat Arab (UEA) terputus dan kedua negara berada dalam situasi perang.

Al-Mishri dalam wawancara dengan televisi Aljazeera, Sabtu (6/6/2020) menolak prakarsa Mesir untuk gencatan senjata di Libya.

"Khalifa Haftar sebagai antek beberapa negara regional, kembali ke meja perundingan setelah menderita kekalahan di medan perang dan juga mengajukan beberapa syarat, tetapi Tripoli menolak prakarsa dan syarat-syarat mereka," tegasnya.

"Kami menolak partisipasi Haftar dalam pemerintahan mendatang Libya di level mana pun dan kami menyerukan proses hukum terhadap negara-negara yang menyediakan dana dan senjata kepada dia," ujar al-Mishri.

Sebelum ini, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi setelah bertemu Khalifah Haftar di Kairo, mengatakan bahwa mereka mencapai sebuah prakarsa untuk menciptakan gencatan senjata di Libya.

Al-Mishri mendesak Haftar untuk menyerah dan menjalani proses hukum. "Libya memiliki kedaulatan dan Kairo tidak boleh mengintervensi urusan negara lain," tandasnya dalam pesan yang ditujukan kepada pemerintah Mesir.

Mengacu pada peran pemerintah Rusia di Libya, dia menuturkan hanya perusahaan-perusahaan keamanan Rusia yang beroperasi di Libya dan kami tertarik untuk terlibat pembicaraan dengan Moskow. (RM)