Langkah Resmi AS Keluar dari WHO
Presiden AS Donald Trump – sejak berkuasa – memilih mengkritik, mengancam, dan pada akhirnya meninggalkan lembaga-lembaga internasional khususnya dari keanggotaannya di lembaga yang tidak sejalan dengan kepentingan AS dan sekutunya, rezim Zionis Israel.
Langkah terbaru yang diambil Trump adalah menarik keanggotaan AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Senator AS dari New Jersey, Bob Menendez mengatakan Trump secara resmi telah menarik AS keluar dari WHO.
"Kongres telah menerima pemberitahuan bahwa presiden secara resmi menarik AS keluar dari WHO di tengah pandemi virus Corona," tulisnya via akun Twitter.
Menurut Menendez, respon pemerintahan Trump terhadap wabah virus Corona tidak terkoordinasi dan kacau. Langkah ini menyebabkan kepentingan atau kehidupan warga Amerika tidak terlindungi serta membuat mereka sakit dan sendirian.
Presiden Trump kebanjiran kritik karena kinerjanya yang lemah dan manajemen yang buruk dalam menangani wabah virus Corona sehingga menjadikan AS berada di urutan pertama dunia yang tertular Covid-19.
Dalam menanggapi kritikan itu, Trump memilih menyalahkan pihak lain dan menganggap WHO dan Cina bertanggung jawab atas situasi kritis saat ini di AS. Dia terlibat perang verbal dengan para pejabat WHO dan menuduh badan PBB ini berpihak kepada Cina.
Trump kemudian memerintahkan pemutusan bantuan finansial kepada PBB pada April 2020, padahal WHO sedang membutuhkan dana yang cukup untuk melakukan riset dan menggencarkan perang terhadap pandemi Corona.
Selama ini AS tercatat sebagai donatur terbesar WHO, tetapi pemerintahan Trump resmi mengakhiri dukungan itu dan mengklaim bahwa ia akan mengalihkan bantuan itu kepada organisasi-organisasi internasional yang bergerak di bidang kesehatan.
Keputusan Trump ini dikritik secara luas di tingkat dalam negeri AS dan dunia internasional. Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan keputusan Trump menghentikan bantuan dana kepada WHO adalah berbahaya dan ilegal. Langah ini mengancam keselamatan dan kehidupan warga Amerika dan masyarakat dunia.
Sekutu maupun rival AS di dunia sama-sama menentang keputusan Trump. Mereka percaya bahwa dalam situasi kritis dan sangat berbahaya saat ini, tindakan Washington bertentangan dengan komitmennya terkait bantuan kepada lembaga-lembaga internasional dan merupakan sebuah pukulan besar terhadap upaya global untuk melawan wabah Covid-19.
Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengkritik keputusan AS menghentikan bantuan kepada WHO dan mengatakan keputusan ini merupakan kemunduran bagi kerja sama internasional. Dinamika infeksi global menunjukkan bahwa tindakan terkoordinasi diperlukan. Kita membutuhkan lebih banyak kerja sama internasional untuk memerangi pandemi, tidak kurang.
Keputusan Trump keluar dari WHO juga dikritik oleh Joe Biden, rival utamanya dalam pilpres AS. Biden dalam sebuah tweet pada Rabu kemarin menulis, "Orang Amerika lebih aman ketika Amerika terlibat dalam memperkuat kesehatan global. Pada hari pertama sebagai presiden, saya akan bergabung kembali dengan WHO dan mengembalikan kepemimpinan kami di panggung dunia."
Sikap Biden menunjukkan bahwa para politisi senior AS menyadari tentang dampak buruk kebijakan dan tindakan Trump, tidak hanya bagi lembaga dan kesepakatan internasional, tetapi bahkan bagi pengaruh dan apa yang disebut kepemimpinan global AS.
Dengan keluar dari WHO, pemerintahan Trump mengambil langkah lain untuk memperlemah sebuah lembaga internasional, yang memainkan peran utama di bidang kesehatan global khususnya perang melawan pandemi virus Corona. (RM)