Babak Baru Perseteruan Afghanistan dan Pakistan
-
Afghanistan dan Pakistan.
Kementerian Luar Negeri Afghanistan membantah tuduhan para pejabat Pakistan bahwa Kabul mengizinkan wilayahnya untuk digunakan menyerang Pakistan.
Kemenlu Afghanistan menekankan perang melawan terorisme, dan menyatakan bahwa Kabul tidak akan pernah mengizinkan wilayah Afghanistan digunakan untuk kegiatan-kegiatan agresif terhadap negara lain.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi dan juru bicara Angkatan Bersenjata, Iftikhar Babar baru-baru ini mengklaim bahwa pasukan intelijen India menggunakan wilayah Afghanistan untuk merencanakan serangan terhadap Pakistan.
Sebenarnya, para pejabat Kabul dan Islamabad sudah sering membuat klaim bahwa pihak ketiga menggunakan wilayah Afghanistan atau Pakistan untuk menyerang salah satu dari negara tersebut.
Namun, kali ini Shah Mahmood Qureshi mengangkat tuduhan itu ketika pemerintah Afghanistan sedang bersiap untuk menjamu Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, yang dijadwalkan berkunjung ke Kabul minggu ini. Dia akan berdiskusi dengan mitranya dari Afghanistan tentang hubungan bilateral dan proses perundingan damai Kabul dan Taliban.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Afganistan dan Pakistan diwarnai banyak ketegangan akibat sikap saling tuding termasuk dalam urusan keamanan. Hal ini berdampak negatif pada berbagai aspek hubungan kedua negara bertetangga itu.
Para pejabat Islamabad mengklaim bahwa Dinas Intelijen India menggunakan wilayah Afghanistan untuk merusak kepentingan nasional Pakistan melalui perang intelijen, di mana klaim ini berulang kali dibantah oleh Kabul.
Pengamat politik Pakistan, Raja Majid Javed Ali Behti mengatakan, “Badan Intelijen India dan Badan Keamanan Nasional Afghanistan terlibat dalam kekacauan di Provinsi Balochistan dan berusaha untuk melemahkan pemerintah Islamabad.”
Pemerintah Afghanistan secara konsisten mencela Pakistan atas apa yang disebutnya sebagai tempat berlindung yang aman bagi teroris. Menurut mereka, kekacauan di Pakistan berhubungan langsung dengan dukungan Islamabad terhadap kelompok-kelompok ekstremis.
Pada dasarnya, krisis kepercayaan telah lama membayangi hubungan Afghanistan dan Pakistan. Pembicaraan antara pejabat politik dan keamanan senior serta kunjungan timbal balik mereka ke Kabul dan Islamabad, tidak mampu meredakan ketegangan.
Penjajakan yang dilakukan oleh pejabat senior Kabul dan Islamabad selama dekade terakhir, terbukti tidak efektif dalam meredam ketegangan dan meningkatkan kerja sama. Dengan demikian, kunjungan Imran Khan ke Kabul pekan depan tidak akan membawa banyak kemajuan.
Pertemuan dan pembicaraan antara pejabat Pakistan dan Afghanistan akan menjadi sebuah seremonial saja, karena tidak berdampak pada proses de-eskalasi dalam hubungan bilateral. Pemerintah dari kedua negara ini sepertinya hanya berusaha untuk menjaga hubungan dan konsultasi politik serta menunjukkan kepada publik bahwa hubungan mereka baik-baik saja.
Namun, rakyat Afghanistan dan Pakistan menyadari bahwa kedua negara terlibat dalam konflik, dan kunjungan pejabat mereka ke Islamabad dan Kabul tidak akan meredam ketegangan yang ada. (RM)