Rusia Tak Terima Penempatan Rudal Baru AS di Eropa
-
Ilustrasi rudal milik Amerika.
Deputi Menteri Pertahanan Rusia, Alexander Fomin mengatakan penempatan rudal baru Amerika Serikat di Eropa pasti akan memicu reaksi dari Moskow.
"Jika AS menyebarkan rudal barunya di Eropa, Rusia juga akan bereaksi terhadap masalah ini," ujarnya dalam wawancara dengan media Rossikaya Gazeta, seperti dikutip IRIB, Minggu (27/12/2020).
"Moskow telah mengusulkan kepada Washington agar bergabung dalam sebuah perjanjian yang melarang penempatan rudal jarak pendek dan jarak menengah untuk membantu mengurangi dampak negatif dari pembatalan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah oleh AS," kata Alexander Fomin.
10 tahun lalu, Rusia dan AS menandatangani Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis, yang dikenal sebagai Perjanjian New START. Perjanjian ini akan berakhir pada Februari 2021, namun Presiden Donald Trump menolak memperpanjangnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengusulkan perpanjangan Perjanjian New START kepada AS.
Pemerintah AS meminta Cina dilibatkan sebagai syarat perpanjangan dan rudal-rudal Amerika tetap dipertahankan di wilayah Eropa, yang bertetangga dengan Rusia. (RM)