AS Ancam Jatuhkan Sanksi terhadap Militer Myanmar
-
Militer Myanmar melakukan kudeta terhadap pemerintahan sipil.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengancam akan memberlakukan kembali sanksi terhadap Myanmar menyusul kudeta yang dilakukan oleh militer.
Seperti dilansir IRNA, Biden dalam sebuah statemen hari Senin (1/2/2021) menyerukan tanggapan bersama dari komunitas internasional untuk menekan militer Myanmar agar segera menyerahkan kekuasaan.
"Komunitas internasional harus bersatu untuk menekan militer Myanmar agar segera menyerahkan kekuasaan yang mereka rebut dan membebaskan para aktivis dan pejabat yang mereka tangkap," tegasnya.
Biden mengecam pengambilalihan kekuasaan oleh militer dan penahanan pemimpin terpilih Myanmar, Aung San Suu Kyi serta menyebut tindakan itu sebagai serangan langsung terhadap transisi negara menuju demokrasi dan supremasi hukum.
Militer Myanmar melancarkan kudeta terhadap partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi pimpinan Suu Kyi pada Senin pagi sebagai protes atas apa yang disebut kecurangan dalam pemilu.
Militer Myanmar telah menangkap sejumlah tokoh senior Liga Nasional untuk Demokrasi termasuk Suu Kyi dan Presiden Win Myint.
Liga Nasional untuk Demokrasi mengklaim kemenangan dalam pemilu parlemen dengan perolehan suara hampir 83 persen, tetapi militer menolak hasil pemilu dengan alasan partai tersebut berbuat curang. (RM)