Hari Pariwisata Sedunia
Sejak tahun 1980, Organisasi Pariwisata Dunia PBB merayakan Hari Pariwisata Sedunia (World Tourism Day) setiap tanggal 27 September. Penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat dunia terhadap pentingnya pariwisata dan pengaruhnya pada masalah sosial, budaya, politik, dan ekonomi masyarakat. Negara-negara dunia merakayakan Hari Pariwisata Sedunia pada setiap tanggal 27 September.
Slogan peringatan Hari Pariwisata Sedunia tahun ini adalah "Pariwisata untuk semua - meningkatkan aksesibilitas universal." Slogan ini menuntut perhatian khusus untuk menyediakan fasilitas yang layak bagi kemudahan wisata seperti, sarana transportasi dan akomodasi bagi para penyandang cacat dan manula serta mempermudah perjalanan keluarga bersama anak-anak mereka.
Tren kunjungan turis dalam beberapa tahun terakhir di dunia menunjukkan bahwa saat ini wisata bukan lagi sebuah fenomena luks dan mewah, tetapi sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat dunia dan sebagai sebuah hak. Pada tahun 2015 meskipun ada kekhawatiran global tentang keamanan di sejumlah negara tujuan wisata favorit, namun sekitar 1,2 miliar turis melakukan kunjungan wisata di dunia.
Ada daya tarik dan motivasi yang berbeda bagi seorang turis untuk berkunjung ke sebuah destinasi wisata seperti; menikmati panorama alam yang indah, untuk kepentingan bisnis, ziarah, turis medis, atau sekedar menyaksikan peninggalan kuno dan warisan masa lampau. Tentu masih banyak daya tarik lain yang mendorong seorang turis untuk meninggalkan negaranya selama lebih dari 24 jam.
Perjalanan yang nikmat dan menyenangkan tentu akan menyisakan kenangan dan kesan yang indah bagi turis. Ketika memulai sebuah petualangan, seorang turis akan bertinteraksi dengan berbagai individu dan masyarakat serta mengenal budaya dan kepercayaan-kepercayaan baru, ini semua akan memperkaya wawasannya tentang dunia. Seorang turis juga akan merenungi fenomena alam sekitar untuk menambah pengetahuan dan pengalamannya.
Wawasan dan pengalaman baru ini berhak dinikmati oleh semua masyarakat dunia termasuk para penyandang cacat dan manula. Perjalanan wisata dan hasil yang diperoleh oleh seorang turis harus dianggap sebagai sebuah anugerah Tuhan, di mana Dia memerintahkan semua makhluk untuk bertamasya. Dalam surat al-Hajj ayat 46, Allah Swt berfirman, "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar?"
Paratourism adalah sebuah perjalanan wisata yang diperuntukkan untuk para penyandang cacat dan manula dengan menggunakan fasilitas khusus. Mereka juga akan dibantu oleh orang-orang yang berpengalaman untuk menikmati sebuah perjalanan yang indah dan menyenangkan. Setelah menyaksikan besarnya potensi bisnis paratourism, para pelaku wisata dan pemerintah sekarang mulai melakukan investasi untuk menyediakan akses yang mudah dan nyaman kepada para penyandang cacat dan manula.
Populasi global orang berusia 60 tahun dan lebih tua mencapai lebih dari 900 juta orang pada tahun 2015 dan angka ini akan menjadi sekitar 2 miliar pada tahun 2050. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga melaporkan bahwa lebih dari 10 persen dari populasi dunia memiliki berbagai keterbatasan fisik, mental, penglihatan, pendengaran, dan gagu.
Adanya fasilitas yang nyaman untuk perjalanan wisata kelompok ini bisa memberikan banyak dampak positif bagi mereka seperti, memperbaiki kondisi mental para penyandang cacat, meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan, menumbuhkan semangat dan gairah baru, menghadirkan kesenangan, memperbesar rasa percaya diri, dan menciptakan interaksi dan persahabatan di antara para peserta tour. Para pelaku wisata juga akan memperoleh keuntungan ekonomi dan memperluas jaringan bisnis mereka.
Dengan melihat postensi itu, para pelaku wisata di dunia dan pemerintah saat ini sedang membangun berbagai fasilitas seperti, mendesain dan memproduksi berbagai peralatan untuk turis penyandang cacat, memperbaiki sarana transportasi, mempermudah akses mereka ke tempat-tempat wisata, dan menyediakan berbagai kenyamanan.
Pariwisata adalah salah satu industri terbesar dan paling menjanjikan di dunia. Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) mencatat bahwa jumlah wisatawan internasional meningkat 4,4 persen di seluruh dunia pada tahun 2015, atau 1,18 miliar yang merupakan rekor baru. Penerimaan pariwisata internasional di seluruh dunia juga tumbuh sebesar 3,6 persen pada 2015. Pendapatan yang dihasilkan oleh turis internasional di sektor akomodasi, makanan dan minuman, hiburan, belanja, barang dan jasa lainnya mencapai sekitar 1.232 miliar dolar (1.110 miliar euro) pada tahun 2015.
Dengan begitu, pariwisata internasional tumbuh lebih cepat dari perdagangan barang dunia dan meningkatkan pangsa pariwisata dari ekspor dunia ke angka 7 persen pada tahun lalu.
Uniknya meskipun dunia pariwisata diguncang oleh berbagai ancaman keamanan dan instabilitas politik, namun sektor ini tidak pernah berhenti berkembang. Fakta ini mengindikasikan kekuatan dan peran kunci industri pariwisata bagi perekonomian dunia modern. Jumlah wisatawan internasional dari 25 juta orang pada tahun 1950 naik menjadi 1186 juta pada tahun 2015. Pendapatan yang dihasilan oleh turis internasional dari 2 miliar dolar pada tahun 1950 menjadi 1.232 miliar dolar pada 2015. Industri pariwisata diharapkan juga akan tumbuh pesat pada abad 21 dan melanjutkan tren positif ini.
Sekretaris Jenderal UNWTO Taleb Rifai mengatakan, "Pariwisata sekarang merupakan kelompok utama dari perdagangan internasional dalam hal pelayanan. Meskipun pemulihan ekonomi yang lemah dan lambat, pengeluaran pariwisata internasional tumbuh signifikan pada tahun 2015. Ini membuktikan relevansi sektor pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ekspor, dan menciptakan lapangan kerja di seluruh dunia."
Sebagai produk ekspor di seluruh dunia, pariwisata menempati urutan ketiga setelah bahan bakar dan bahan kimia. Di banyak negara berkembang, pariwisata menduduki peringkat pertama sebagai produk ekspor.
Pengembangan industri pariwisata di setiap negara bertumpu pada pengembangan berbagai sektor ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Faktor keamanan merupakan komponen penting dari setiap sektor tersebut. Saat ini keamanan dianggap sebagai acuan utama untuk menyusun strategi pengembangan pariwisata di tingkat internasional. Dengan kata lain, keamanan dan pariwisata dalam sebuah interaksi timbal balik dapat mendorong pertumbuhan atau kelesuan ekonomi.
Faktor keamanan di sebuah negara akan berpengaruh pada tingkat kunjungan turis lokal atau wisatawan internasional ke negara tersebut. Para turis biasanya akan menghindari tempat-tempat yang tidak aman dan rentan. Mereka akan mengumpulkan informasi yang cukup tentang keamanan sebelum memutuskan berkunjung ke sebuah lokasi wisata. Kunjungan wisata ke Paris, Perancis mengalami penurunan signifikan setelah rangkaian serangan teror pada tahun 2015. Jumlah wisatawan ke Paris mengalami penurunan hingga 21 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Pendapatan Turki di sektor pariwisata juga merosot tajam setelah meningkatnya gangguan keamanan di negara itu dan ketegangan hubungan dengan Rusia. Menurut data Badan Statistik Turki, pendapatan pariwisata negara itu pada tahun 2015 turun 8,3 persen menjadi 31,5 miliar dolar dari sebelumnya 34,3 miliar dolar. Demi mengatasi keterpurukan itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan meminta warga Turki untuk menikmati liburannya di tempat-tempat wisata di dalam negeri. Pemerintah telah menyiapkan paket dukungan sebesar 87 juta dolar untuk menggairahkan industri pariwisata Turki.
Sejumlah negara lain justru menuai keuntungan di sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir dan mencatat jumlah peningkatan kunjungan wisatawan internasional ke negara mereka. Republik Islam Iran termasuk salah satu negara yang mencatat pertumbuhan kunjungan turis asing selama beberapa tahun terakhir.
Situs perjalanan wisata TripAdvisor yang menjadi acuan banyak pelancong mempublikasikan banyak komentar dan kesan dari orang-orang yang pernah berkunjung ke Iran. Mereka rata-rata mengatakan bahwa Iran cukup aman, bahkan lebih aman daripada banyak negara lain di dunia. Iran juga sangat menghormati perempuan, jadi Anda tidak akan merasakan apa-apa kecuali kebahagiaan dan keselamatan. Pengunjung lain menulis, "Jangan khawatir tentang keselamatan. Ada banyak wisatawan yang datang ke Iran dan tidak ada laporan masalah keamanan."
Berdasarkan dokumen Visi Pembangunan 20 Tahun, jumlah turis asing yang datang ke Iran harus mencapai 20 juta orang. Organisasi Warisan Budaya Iran juga telah menetapkan tujuan dan program-program strategis untuk merealisasikan target itu. Salah satu dari program itu adalah menyelenggarakan festival daerah dan nasional di sejumlah provinsi Iran.
Iran menyimpan sejuta peninggalan kuno, objek wisata alam, dan warisan budaya dan industri kerajinan tangan. Kapasitas itu diperkaya dengan status Iran sebagai negara empat musim yang cocok untuk semua kegiatan wisata. Semua objek wisata di Iran dapat dikembangkan dan diperluas mulai dari wisata musim dingin, gurun pasir, wisata air hingga objek-objek wisata yang bernuansa religius dan agama.
Presiden Hassan Rohani menegaskan kesiapan Iran untuk menjamu secara proporsional para turis asing dan mengatakan, industri pariwisata merupakan sarana diplomasi publik paling efektif. Dia meminta para pelaku dan aktivis pariwisata untuk memperluas dan mengembangkan sarana efektif ini.