Qanat Iran, Warisan Budaya Dunia
Sejak dahulu kala, air termasuk salah satu unsur paling penting dan suci bagi orang-orang Iran. Dalam mitologi Iran kuno, air merupakan unsur kedua dalam enam tahapan penciptaan alam semesta. Konon penciptaan alam waktunya sekitar pertengahan Tir, awal bulan musim panas menurut penanggalan Persia. Menurut keyakinan Persia kuno, penciptaan air setelah penciptaan langit dan sebelum penciptaan seluruh makhluk lainnya.
Bulan kedelapan dalam penanggalan Persia menunjukkan peran penting air sebagai unsur suci yang disebut dengan nama bulan “Aban”. Anahita yang bermakna pembersih dan malaikat penjaga unsur air yang tercatat dalam sastra Farsi menunjukkan peran penting air. Anahita adalah sumber dari seluruh air di bumi sekaligus sebagai sumber seluruh kebahagian dan keturunan.
Tradisi dan kepercayaan yang berkaitan dengan penghormatan terhadap air sebagai unsur suci dan penting dalam kehidupan telah ada sejak dahulu kala di kalangan orang-orang Iran. Keyakinan itu tidak hanya berbentuk tradisi, tapi juga melahirkan cara dan teknik pengelolaan air yang canggih di masanya.
Saking pentingnya masalah tersebut, dan pertimbangan geografis Iran yang sebagian adalah gurun yang gersang dan tandus, orang-orang Iran dahulu kala mencari cara yang efektif untuk menyimpan dan mengalirkan air demi kepentingan bersama umat manusia dalam menjaga dan memanfaatkan unsur suci ini dengan baik. qanat atau Karez adalah salah satu metode yang telah berusia ribuan tahun yang ditemukan oleh orang-orang Iran yang mendapat pujian dunia hingga kini.
Qanat adalah sistem saluran yang terdiri dari deretan sumur yang saling bersambung melalui kanal saluran bawah tanah. Qanat atau terowongan terbentuk dari sebuah lubang atau sumur terbuka, di mana sebuah saluran terowongan mendatar di bawah tanah akan menghubungkan sumur-sumur itu dalam jarak tertentu. Dalam terowongan-terowongan bawah tanah tersebut juga dibuat ventilasi dan jalan penghubung untuk perbaikan dan pengerukan.
Ujung Qanat biasa disebut dengan “Madhar Qanat”, yaitu tempat keluarnya air dari jantung Qanat yang bisa digunakan untuk irigasi dan penggunaan lainnya. Di bagian akhir Qanat disebut dengan “Pishkar Qanat,” di mana bagian terakhirnya adalah “induk” sumur Qanat.
Panjang sebuah Qanat mempengaruhi keefektifan dalam laju penyaluran air, namun hal itu tidak sama tergantung pada kondisi alamnya. Kondisi itu juga tergantung pada kemiringan tanah dan kedalaman induk sumur. Selain itu, jika tingkat air bawah tanah lebih rendah maka kedalaman induk sumur akan lebih besar. Faktor terpenting yang menentukan panjang Qanat adalah kemiringan tanah. Jika kemiringan tanah lebih kecil maka panjang Qanat akan lebih besar dan sebaliknya.
Melalui penemuan unik ini, kapasitas air bawah tanah dapat dikumpulkan dalam jumlah besar dan disalurkan ke permukaan tanah. Air Qanat seperti mata air alami, di mana sepanjang tahun dan tanpa alat apapun mengalir dari dalam tanah ke permukaan tanah yang sangat berguna bagi pertanian.
Para peneliti meyakini bahwa pemanfaatan Qanat bermula dari Iran pada periode Achaemenid, kemudian orang-orang Iran menularkan teknologi tersebut kepada Oman, Yaman dan Tanduk Afrika. Setelah itu, umat Islam menerapkan teknologi di Spanyol.
Qanat dan Kariz terpenting dan tertua di dunia dapat ditemukan di Iran, Afghanistan dan Tajikistan. Saat ini, Qanat telah dimanfaatkan di 34 negara dunia, namun jumlah Qanat yang aktif di Iran beberapa kali lebih banyak dibandingkan dengan keseluruhan dari jumlah Qanat di berbagai negara dunia. Jumlah Qanat di Iran yang aktif mencapai 4.000 buah.
Qanat di Republik Islam Iran telah dimasukkan sebagai Sistem Warisan Pertanian Penting Global (GIAHS) oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Stefano Giorgi, anggota Komite Ilmiah dan Pelaksana Warisan Pertanian Global mengatakan, “Qanat di Iran yang berumur beberapa ribu tahun adalah sumber air pertanian terpenting di berbagai wilayah padang pasir, dan sistem tersebut di sejumlah kota Iran seperti Kashan, sungguh menakjubkan.”
Qanat mengalirkan air untuk kebutuhan pemukiman manusia dan irigasi di wilayah panas, gersang, dan iklim semi-gersang. Meskipun pembuatan Qanat berbiaya tinggi dan mahal, tapi dipandang penting karena nilai jangka panjang untuk masyarakat, bahkan masih bisa dinikmati manfaatnya hingga kini.
Berdasarkan data statistik, jumlah qanat yang aktif di Iran berjumlah 36.300 aliran. Secara keseluruhan panjang qanat mencapai 217.800 kilometer dengan panjang pipa qanat 158.268 kilometer.
Di dunia, hanya terdapat dua qanat bertingkat “Moon” yang terletak di salah satu daerah di kabupaten Ardestan, provinsi Isfahan. Qanat ini dibangun 700 tahun yang lalu. Keunikan qanat bertingkat ini adalah tiap saluran tidak terjadi rembesan maupun mepengaruhi saluran lainnya.
UNESCO mengumumkan bahwa qanat Iran masuk dalam daftar warisan budaya dunia. Sebanyak 11 qanat Iran yang tersebar di Khorasan, Kerman, Isfahan, dan provinsi Markazi masuk dalam daftar warisan budaya dunia. Usia qanat ini antara 200 hingga 2500 tahun. Pada sidang warisan budaya dunia UNESCO yang berlangsung di Istanbul baru-baru ini, qanat masuk dalam jajaran warisan budaya dunia dari Iran yang kedua puluh.
Penilaian terhadap qanat Iran dilakukan berdasarkan dua parameter utama yang ditetapkan oleh dewan warisan budaya dunia, yaitu keunikan khas yang tiada bandingannya dalam teknologi irigasi serta fungsinya yang besar bagi umat manusia.
Qanat Zarach dan Hassan Abad Mehriz di Yazd, qanat Ebrahim Abad di Arak, provinsi Markazi, qasebah Gonabad dan Baladeh Ferdows di Khorasan, dua qanat di Mimeh dan Vazvan di provinsi Isfahan, qanat dua tingkat di Ardestan, Juchar, Akbar Abad dan Qasim Abad Barvat di provinsi Kerman termasuk deretan qanat yang masuk dalam warisan budaya dunia.
Ali Ashgar Samsar Yazdi, peneliti dan penasehat senior pusat internasional qanat dan infastruktur air bersejarah, yang menyusun proposal qanat untuk warisan budaya dunia, mengatakan, sebanyak 11 qanat yang dipilih untuk didaftarkan di warisan budaya dunia, masing-masing memiliki usia tua dan karakteristik dari sisi arsitektur, kedalaman, keunikan yang tiada tara.
Karakteristiknya termasuk teknologi yang berkaitan dengan sejumlah qanat dengan mempertimbangkan panjang, kedalaman dan usianya yang tertua di Iran. Misalnya qanat qasibeh Gonabad yang merupakan sumur utama dengan kedalaman 350 meter, bahkan gempa besar yang terjadi pun tidak merusak strukturnya.
Qanat terpanjang adalah Zarach, dengan panjang 71 kilometer dan sumur dengan jumlah 2115 buah. Qanat dengan air terbanyak adalah qanat Akbar Abad di provinsi Fars. Adapun qanat paling unik berada di Ardestan dengan dua tingkat, dan sumur bersama dengan sumur utama yang berbeda.