Nowruz dan Gaya Hidup (1)
Musim dingin dengan segala keindahannya telah pergi dan kini giliran musim semi. Udara dingin telah lenyap ditelan bumi, musim semi dengan warna kehijauannya telah tiba. Angin, kabut, mentari dan tumbuh-tumbuhan yang bermekaran mulai mengambil bagian agar manusia dapat membangun kembali kehidupannya tanpa melupakan bersyukur kepada Allah. Nowruz tiba mengabarkan tahun penuh harapan kepada seluruh manusia.
Nowruz tiba dan kita telah memasuki tahun 1396 Hijriah Syamsiah. Sejak berabad-abad bangsa Iran memeringati Nowruz dan menyambutnya dengan gembira. Setiap tahun Nowruz tetap berulang seperti biasanya, tapi pengulangan ini tidak mengurangi keagungannya. Bangsa Iran dan mereka yang menggunakan bahasa Persia merayakan Nowruz secara nasional. Nowruz telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan bangsa Iran, di mana pun mereka tinggal.
Dalam menyelenggarakan Nowruz ada tata cara yang perlu diperhatikan, namun perayaannya hampir sama bagi rakyat Iran. Gaya hidup rakyat Iran selama berabad-abad dalam merayakan hari-hari Nowruz tetap sama dan tidak mengalami perubahan. Dengan demikian, keindahan perayaan Nowruz pada hakikatnya kembali pada gaya hidup bangsa Iran itu sendiri. Gaya hidup yang komprehensif, manusiawi dan indah serta dapat menjadi teladan dalam merayakan tahun baru bagi bangsa-bangsa lain di dunia.
Gaya hidup saat ini menjadi tema penting yang dikaji oleh para ilmuwan dari pelbagai disiplin pengetahuan, khususnya para sosiolog. Gaya hidup dapat menjelaskan kecenderungan, pandangan, perilaku dan orientasi seseorang, kelompok atau bangsa. Gaya hidup untuk pertama kalinya digunakan oleh Alfred Adler, psikolog Austria pada 1929 yang merujuk pada cara hidup tertentu yang diterapkan seseorang, kelompok atau masyarakat.
Ada beragam gaya hidup di dunia yang merupakan kumpulan dari cara memahami, nilai-nilai, cara berlaku, kondisi dan kecenderungan terhadap sesuatu. Musik, televisi bahkan iklan memiliki potensi kuat menciptakan gaya hidup manusia. Padahal mayoritas manusia meyakini bahwa gaya hidup harus dipilih secara bebas oleh mereka sendiri, tapi harus diakui bahwa media memiliki pengaruh paling dominan dalam menciptakan gaya hidup manusia modern.
Gaya hidup menunjukkan spektrum perilaku. Sebagai contoh, cara bergaul dan bentuk sikap saat menghadapi orang lain di pelbagai bidang membentuk sekumpulan perilaku dalam bergaul. Itulah mengapa sebagian kota atau negara dikenal dengan sifat ramah, giat, gotong royong dan lain-lain. Semua ini tampak dalam bingkai perilaku bersama yang pada gilirannya menciptakan gaya hidup.
Dengan gaya hidup ini, siapa saja dapat memahami bagaimana karakter sebuah masyarakat apakah mereka ramah atau tidak. Demikian halnya bila kita berbicara tentang cara berperilaku dari sebuah keluarga. Kita akan menjelaskan tentang cara orang tua menyikapi satu sama lainnya dan begitu juga bagaimana mereka bersikap dengan anak-anak. Penjelasan ini akan menentukan gaya hidup keluarga tersebut. Ringkasnya, gaya hidup berbicara tentang kumpulan perilaku manusia.
Tidak diragukan bahwa budaya sangat dipengaruhi oleh gaya hidup. Untuk memahami ini, kita melihat kondisi Iran di masa dinasti Qajar dan masuknya budaya Barat ke Iran dalam 150 tahun terakhir. Sejak itu pula terjadi perubahan besar budaya dan gaya hidup di seluruh sendi-sendi kehidupan pribadi dan sosial. Semuanya dimulai dengan masuknya produk-produk pemikiran dan budaya Barat ke dalam masyarakat Iran. Masuknya pengaruh Barat ini tidak dikontrol, sehingga mempengaruhi seluruh eksistensi peradaban dan budaya Iran.
Produk Barat yang pertama ke masyarakat Iran adalah mobil, pabrik dan pakaian. Bersamaan dengan masuknya produk-produk ini, terjadi perubahan pada kecenderungan dan kesukaan rakyat Iran. Barat perlahan-lahan memaksakan gaya hidup mereka dan itu dapat disaksikan di ibukota dan kota-kota besar Iran. Dengan cara ini, modernitas dan gaya hidup Barat menjadi sebuah kelaziman dan tanpa didari moralitas bangsa pun berubah.
Kemenangan Revolusi Islam Iran pada hakikatnya manifestasi kehendak bangsa Iran untuk tetap bertahan dari pengaruh budaya Barat dan kembali pada gaya hidup Iran yang islami. Tentu saja keinginan ini bukan berarti ingin kembali pada kehidupan masa lalu. Tidak demikian. Karena yang dimaksud adalah kembali pada nilai-nilai dalam bingkai budaya Iran yang islami. Kembali pada akar sejarah dan peradaban yang pernah dimiliki untuk membangun masa depan.
Nowruz tidak terbatas pada budaya Iran dalam memulai tahun baru. Nowruz pada hakikatnya memeringati perubahan. Itulah mengapa rakyat Iran di saat pergantian tahun memohon kepada Allah agar di tahun yang baru terjadi perubahan yang lebih baik dalam diri mereka. Tentu saja permintaan ini tidak khusus hanya untuk pribadinya, tapi satu permohonan yang tulus untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan seluruh umat manusia.
Di dunia, manusia menjadi pusat dari segala fenomena yang terjadi. Perubahan akan terjadi dengan kehendak manusia. Oleh karenanya, bila seseorang ingin melakukan perubahan pada masyarakat, maka sudah seharusnya dimulai dari dirinya sendiri. Perubahan dari dalam diri manusia, moral, perilaku dan yang lebih penting lagi menjadi hamba yang baik dapat menciptakan kebahagiaan baginya.
Dengan demikian, Nowruz seyogyanya menjadi pengingat bagi manusia bahwa perubahan di dalam dirinya sama dengan yang terjadi di alam. Ketika musim dingin berakhir, maka muncullah kehidupan baru dengan munculnya tunas-tunas baru yang menghijau. Perubahan adalah prinsip dari perayaan Nowruz. Gaya hidup seseorang di hari-hari Nowruz adalah perubahan dirinya, baik secara lahiriah maupun batin.
Gaya hidup warga Iran sebelum kedatangan Nowruz juga patut mendapat perhatian. Karena menjelang Nowruz mereka telah menyiapkan sarana bagi perubahan ini. Hal pertama yang dilakukannya adalah menghitung perbuatannya di tahun yang akan ditinggalkannya. Setiap orang melakukan perhitungan tidak hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga keluarga dan lain-lain. Kondisi ini sangat baik agar manusia melihat ke belakang apa yang telah dilakukannya, melihat kekurangannya dan siap untuk menebusnya di tahun baru.
Menghempaskan jauh-jauh kebencian dari hati dan kembali menjalin hubungan dengan orang lain secara tulus merupakan bentuk lain dari perubahan di dalam diri dalam gaya hidup rakyat Iran. Nowruz dalam budaya Iran merupakan kesempatan baik untuk menghilangkan sakit hati yang biasa terjadi di antara manusia. Perayaan Nowruz biasanya dimanfaatkan untuk melakukan anjang sana dan bersilaturahmi dengan keluarga, teman dan tetangga. Mereka yang tidak mampu melakukannya biasanya tidak melewatkan untuk menelpon orang-orang terdekatnya.
Selain perubahan dalam diri manusia di Nowruz, perubahan sisi lahiriah juga sangat penting. Dalam mendefinisikan gaya hidup seorang Iran di Nowruz adalah dengan melihat mereka menggunakan pakaian baru dan merapikan penampilannya. Di dekade terakhir, menggunakan pakaian baru hanya formalitas dan biasanya yang menerapkan tradisi ini adalah anak-anak. Namun menurut keyakinan rakyat Iran, tepat di saat pergantian tahun, mereka menggunakan pakaian baru.
Perhatian pada penampilan lahiriah tidak ada hubungannya dengan sikap boros dan ingin pamer. Karena yang penting dalam perayaan Nowruz adalah tibanya musim semi dan perubahan di dalam diri setiap orang. Kedatangan musim semi dianggap sebagai tamu dan sudah sepantasnya bila tuan rumah menerima tamu dengan penampilan lahiriah yang baik dan indah. Demikianlah falsafah menggunakan pakaian baru di hari pergantian tahun.