Nowruz dan Gaya Hidup (2)
Islam adalah salah satu dimensi terpenting budaya dan peradaban Iran di mana karakter prinsipnya dapat dilihat dalam perspektif “hubungan manusia dengan dirinya”, “hubungan manusia dengan Tuhan” dan “hubungan manusia dengan masyarakat.” Nowruz juga memberikan definisi baru hubungan tersebut dari sudut pandang baru.
Nowruz selain membawa gaya hidup insan Irani dan memberikan warna transformasi, juga menjadi sumber perubahan termasuk dalam berinteraksi dengan keluarga dan masyarakat. Tradisi asli Nowruz adalah bentuk pendisiplinan hubungan dengan orang lain dan prioritas kehadiran di kalangan masyarakat serta penafian keterkucilan dan kesendirian.
Keluarga adalah pilah terpenting sebuah masyarakat yang dinamis dan hidup dan dengan gaya hidup irani-islami, menjadi pondasi utama masyarakat serta sangat bernilai tinggi bagi masyarakat Iran. Keluarga adalah pusat pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Putra-putri yang akan membangun masyarakat dan melestarikan tradisi dan budaya masyarakat.
Masyarakat Iran sangat menjunjung tinggi keluarga dan berupaya memperkokoh bangunan keluarga. Setiap anggota keluarga yang baru lahir, memberikan beban berat ke pundak keluarga dan diupayakan banyak langkah agar dia bergabung dalam tatanan keluarga, masyarakat dan budaya. Di setiap keluarga Iran, orang-orang yang mengenal perspektif, harapan dan cita-cita sosial dan budaya, berusaha mengenal dengan baik gaya hidup dan masa depan ideal bagi dirinya, keluarga dan masyarakat.
Jelas bahwa jika masyarakat ingin mempertahankan tatanan masyarakatnya, maka warisan budayanya harus terlestarikan dan ini dapat terwujud hanya melalui sosialisasi anak-anak dalam keluarga. Anak dalam proses sosialisasi, belajar melalui interaksi dengan ayah dan ibu serta sanah saudara. Mereka belajar bertutur kata dan bersikap serta menimba pengalaman dalam hal ini. Pengalaman tersebut dapat menjaga budaya sebuah masyarakat terlestarikan dengan benar. Para sosiolog membuktikan bahwa metode pengajaran anak di setiap masyarakat bergantung pada pemahaman masyarakat dan budayanya.
Nowruz merupakan salah satu kesempatan berharga untuk memperkenalkan kepada anak dan remaja dengan budaya sebuah masyarakat dan prinsip benar gaya hidup irani-islami. Nowruz pada hakikatnya adalah sebuah kesempatan emas dan cemerlang di tangna keluarga irani karena melaluinya tanpa pendidikan langsung dan nasihat pun, generasi muda dan pemuda dapat memahami perspektif bangsa mereka.
Salah satu tradisi baik di dalamnya adalah bersilaturahmi dengan orang lain khususnya sanak famili dan orang-orang tua di awal tahun. Ini adalah sebuah tradisi indah yang meski telah dilaksanakan selama bertahun-tahun, namun mencapai titik puncaknya pada peringatan Nowruz. Tradisi ini memiliki akar mendalam dalam nilai-nilai luhur akhlak dan agama serta membawa kebahagiaan, keceriaan dan keakraban antarsesama.
Pada peringatan Nowruz, segala ketidakpuasan hati, kemarahan dan permusuhan dapat luntur dengan silaturahmi, serta mengubahnya menjadi persaudaraan, kecintaan dan persabahatan. Dengan demikian upaya masyarakat Iran untuk menghidupkan tradisi kuno ini sepanjang sejarah, telah berubah menjadi gaya hidup mereka dan bukan sekedar membuang-buang waktu tanpa tujuan. Berdasarkan penelitian, silaturahmi dengan keluarga menimbulkan ketenangan jiwa, psikologi serta menghindari depresi dan kecemasan.
Dalam hal ini, para peneliti kontemporer berpendapat bahwa dalam gaya hidup kita berpapasan dengan poin ini bahwa selama beberapa tahun, masyarakat lebih terfokus pada perilaku temporal ketimbang pada sisi faktual dan prinsip kehidupan. Yang dimaksud adalah perhatian terhadap kebutuhan primer terlupakan yaitu meliputi hubungan kemanusiaan selain sandang dan pangan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa salah satu elemen terpenting gaya hidup Iran di hari Nowruz adalah perluasan radius hubungan dengan masyarakat.
Perilaku sosial ini tidak terbatas pada kalangan masyarakat tertentu melainkan semua anggota masyarakat dengan semua tingkatan usia melakukan hal yang sama. Perlu diketahui bahwa proses silaturahmi ini tidak dilakukan hanya sekali karena akan dilakukan berulangkali dan bergilir. Masing-masing anggota keluarga menjamu sanak saudara mereka secara bergantian. Bahkan untuk keluarga besar, proses silaturahmi ini bisa berlangsung selama lebih dari satu bulan.
Harus ditambahkan pula bahwa jamuan dan keramahtamahan terhadpa para tamu memiliki posisi penting dalam budaya Iran. Bahkan watak ini telah menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya bangsa Iran. Tradisi ini membawa banyak manfaat bagi bangsa Iran. Banyak poin dalam tradisi dan gaya hidup ini seperti keramah-tamahan dan keakraban kepada tamu, termasuk nilai-nilai dan imbauan dalam agama Islam.
Perilaku sosial pada peringatan Nowruz tidak hanya terbatas pada poin-poin yang telah disebutkan saja. Dalam gaya hidup irani, keramahan seperti menanyakan kondisi orang-orang yang masih hidup, memiliki tempat istimewa dan sangat penting. Namun dalam budaya Iran, di akhir tahun dan juga pada hari-hari pertama peringatan Nowruz, masyarakat berziarah ke makam keluarga mereka yang telah meninggal dunia atau gugur syahid.
Mereka juga membagikan kue-kue atau manisan kepada masyarakat dan pahalanya dihadiahkan kepada keluarga mereka yang telah bersemayam di alam kubur. Dengan cara ini, masyarakat ingin menunjukkan bahwa keluarga mereka yang telah meninggal dunia tidak sendirian, dan bahwa keluarga yang masih hidup senantiasa bersama serta mengenang mereka. Bahkan menarik untuk diketahui, jika seorang anggota keluarga meninggal dunia di hari-hari menjelang atau pada peringatan Nowruz, maka anggota keluarga yang lain akan mengunjungi keluarga yang ditinggalkan untuk menyampaikan kepedulian mereka. Mereka juga akan mendoakan keluarga itu agar tahun ini dilalui tanpa kesedihan atau duka.
Kini Anda telah mengenal ciri khas indah gaya hidup Iran pada peringatan Nowruz. Perlu ditambahkan poin ini bahwa harapan kebaikan dan pemberian hadiah kepada pasangan yang baru menikah juga merupakan tradisi menarik bangsa Iran pada peringatan Nowruz. Budaya ini juga dapat ditemukan dalam tradisi bangsa lain.
Tradisi ini mengambil inspirasi dari fenomena alam indah pada musim semi di mana alam memulai sesuatu yang baru dan indah sebagaimana pernikahan dan ikatan keluarga.