Dunia Islam, Persatuan dan Isu Palestina dalam Perspektif Rahbar
https://parstoday.ir/id/radio/iran-i64694-dunia_islam_persatuan_dan_isu_palestina_dalam_perspektif_rahbar
Konferensi internasional persatuan Islam setiap tahun digelar di Iran dengan mengambil momentum Maulid Nabi Muhammad Saw. Kali ini pada peringatan yang ke -32 mengusung tema "Al Quds, Poros Persatuan Umat" yang berlangsung sejak hari Sabtu hingga hari Senin (26/11/2018).
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 27, 2018 13:19 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khamenei bertemu peserta konferensi persatuan islam
    Ayatullah Khamenei bertemu peserta konferensi persatuan islam

Konferensi internasional persatuan Islam setiap tahun digelar di Iran dengan mengambil momentum Maulid Nabi Muhammad Saw. Kali ini pada peringatan yang ke -32 mengusung tema "Al Quds, Poros Persatuan Umat" yang berlangsung sejak hari Sabtu hingga hari Senin (26/11/2018).

Konferensi yang digelar atas inisiatif sebuah lembaga Iran, Forum Pendekatan Mazhab Islam ini mendatangkan 350 tokoh penting dan ulama terkemuka dari 100 negara dunia termasuk dari Indonesia. Para ulama dan intelektual terkemuka tersebut di hari Minggu bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei yang menjadi bagian dari rangkaian acara tahunan konferensi persatuan Islam.

Ayatullah Khamenei dalam pidato yang disampaikan di hadapan para pejabat tinggi Iran dan peserta konferensi persatuan Islam ke-32 hari Minggu (25/11) menyampaikan pandangannya mengenai berbagai masalah dunia Islam.

Rahbar dalam pertemuan tersebut menjelaskan bahwa jalan keselamatan umat manusia hanya bisa diraih dengan mengikuti ajaran agama Islam dan cahaya al-Quran. Selain itu, beliau juga menyinggung meluasnya kebangkitan Islam dan spirit perlawanan bangsa-bangsa Musim terhadap AS bersama sekutunya yang dinilai sebagai fenomena penting.

"Republik Islam Iran sebagai sebuah model perjuangan menjadi berkah empat puluh tahun ketegaran dan perlawanan bangsa yang kini menjadi pohon kuat dan perkasa yang berhasil menangkal setiap gerakan konfrontatif AS dan rezim Zionis yang akan selalu gagal," ujar Ayatullah Khamenei.

Kini setiap Muslim memiliki kebanggaan mengikuti jalan yang dibentangkan Nabi Muhammad Saw. Sejarah kehidupannya dipelajari, dan petunjuk serta nasihatnya dijalankan oleh para pencintanya di seluruh penjuru dunia. Sebagaimana dijelaskan dalam surat al-Ahzab ayat 21, "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah.."

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan para ulama dan tokoh penting dari berbagai negara dunia menyampaikan selamat atas maulid Nabi Muhammad Saw yang bertepatan dengan kelahiran Imam Sadiq. Beliau memandang kelahiran manusia agung ini mejadi mentari yang menerangi peradaban manusia dari kebodohan. Hingga kini, umat manusia masih membutuhan pancaran cahaya ajaran Nabi agung ini.

Rahbar dalam pidatonya menyinggung pentingnya persatuan Islam, dan kesadaran Muslim mengenai konspirasi yang dilancarkan musuh terhadap gerakan kebangkitan Islam yang semakin bergelora saat ini.

"Dengan taufik ilahi dan karunia-Nya saat ini muncul gerakan perlawanan yang berpijak dari keyakinan kepada Tuhan dan ajaran Islam menghadapi kezaliman," ujar Ayatullah Khamenei.

Menyinggung gerakan perlawanan regional di Timur Tengah, Rahbar menjelaskan fakta tersebut sebagai buah dari gerakan kebangkitan Islam. Menurut beliau kekuatan hegemon dunia, terutama AS sangat sensitif terhadap kawasan karena kecenderungan terhadap Islam dan sambutan terhadap Islam juga kebangkitan Islam secara signifikan semakin meningkat.

Ayatullah Khamenei juga menyampaikan seruan kepada seluruh elemen di dunia Islam untuk memperkuat persatuan Muslim dan mendukung gerakan kebangkitan Islam.

"Saya sampaikan kepada saudara-saudara Muslim, kepada bangsa-bangsa Muslim, kepada para intelektual dunia Islam, kepada para ulama terhormat di negara-negara Muslim; dukunglah gerakan Islam, sebab jalan keselamatan bagi kawasan adalah kebangkitan Islam, dan memperkuat gerakan tersebut," tutur Rahbar.  

Beliau juga menyampaikan seruan kepada para pemimpin negara Muslim untuk kembali ke pangkuan dunia, dan meninggalkan AS, karena sebagian negara Muslim meninggalkan Islam dan mengikuti dikte Washington.

"Beberapa penguasa Islam mengikuti AS dalam dua kejahatan di Palestina dan Yaman, tetapi kemenangan secara pasti akan menjadi milik rakyat Palestina dan Yaman. AS dan pengikutnya akan kalah dalam peristiwa ini," ungkap Ayatullah Khamenei.

Masalah utama yang menjadi perhatian Ayatullah Khamenei dalam pidatonya hari Minggu tentang Palestina dan gerakan perlawanan terhadap rezim Zionis. Zionis mengusir orang-orang Palestina, bahkan membunuh dan membantai mereka, serta menjarah harta kekayaannya. Bersamaan dengan itu, mereka mendatangkan orang-orang Yahudi dari berbagai negara dunia untuk menempati wilayah Palestina. Kejahatan yang dilakukan Zionis terhadap Palestina melanggar aturan internasional tapi terus dibela oleh sebaai negara dunia seperti AS. Rezim Zionis hingga kini terus melanjutkannya karena didukung oleh Gedung Putih.

Gerakan perlawanan Palestina hadir sebagai bentuk perjuangan untuk mewujudkan haknya yang diinjak-injak oleh Zionis. Di luar kalkulasi Israel dan pendukungnya, perjuangan Palestina berhasil melancarkan aksi balasan terhadap rezim Zionis. Berkaitan dengan masalah ini, Ayatullah Khamenei mengatakan, "Pengaruh AS di kawasan saat ini lebih lemah dibandingkan satu atau dua dekade lalu; apalagi rezim agresor Zionis saat ini lebih lemah dari sebelumnya,".

Sejumlah fakta menjadi indikatornya. Misalnya, kekalahan rezim Zionis Israel dalam perang 33 hari menghadapi Hizbullah Lebanon. Dua tahun kemudian Israel juga kalah menghadapi Palestina dalam perang 22 hari. Perang Gaza berikutnya, Israel hanya mampu bertahan delapan hari. Selain itu, beberapa pekan lalu tentara Zionis juga kembali menelan kekalahan setelah terlibat konfrontasi dengan pejuang muqawama selama dua hari. Ini semua menunjukkan fakta bahwa Israel semakin melemah.

Rangkaian kemenangan ini ditegaskan dalam surat al-Fath ayat 22 dan 23, "Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kamu pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah) kemudian mereka tiada memperoleh pelindung dan tidak (pula) penolong. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu,"

Di penghujung pidatonya, Ayatullah Khamenei menyinggung perjalanan Iran selama empat dekade menghadapi berbagai tekanan dan serangan dari berbagai arah.

"Di hari pertama [Republik Islam] seperti tanaman yang kecil dan rentan. Tapi berkat nama Nabi Muhammad Saw dan bimbingan Imam Khomeini akhirnya bisa berdiri tegar. Kami mempersembahkan syuhada, menghadapi kesulitan dan berbagai rintangan, tapi tetap tegar. Kini, rakyat dan negara Iran tumbuh menjadi sebuah pohon yang besar. Kini, AS dan rezim Zionis tidak bisa mengancam bangsa Iran; ancaman mereka, gerakan mereka dan kejahatan mereka terhadap bangsa Iran senantiasa gagal. Selanjutnya merekapun akan gagal; sanksi mereka akan gagal dan kebijakannya pun akan gagal berkat gerakan perlawanan," tegas Rahbar.