Okt 20, 2021 06:48 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 20 Oktober 2020

Hari ini Rabu 20 Oktober 2021 bertepatan dengan 13 Rabiul Awal 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 28 Mehr 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Dimulainya Kekuasaan 500 Tahun Bani Abbasiah

 

1311 tahun yang lalu, tanggal 13 Rabiul Awal 132 HQ, dimulainya kekuasaan 500 tahun Bani Abbasiah.

Pasca pembantaian yang terjadi demi meraih kekuasaan, masyarakat Islam pada 13 Rabiul Awal 132 HQ, membaiat Abu al-Abbas Abdillah bin Muhammad bin Ali bin Abdillah bin Abbas bin Abdil Mutthalib yang lebih dikenal dengan as-Saffah. Dengan demikian, secara resmi (menurut satu riwayat sejarah) dimulailah masa kekuasaan panjang Bani Abbasiah.

Abu al-Abbas as-Saffah, Khalifah Pertama Bani Abbasiah berkuasa hingga 136 HQ. Selama empat tahun berkuasa, ia banyak melakukan pembunuhan dan pembantaian terhadap keturunan Bani Umayah dan juga pecinta Ahli Bait. Itulah mengapa ia diberi julukan Saffah, sebagai orang yang banyak menumpahkan darah. Ia pribadi yang dikenal sangat pendendam. Ia membantai seluruh keturunan Bani Umayah. Ada yang digantung dan ada yang dibakar.

As-Saffah merupakan orang pertama yang menggagas sistem kementerian dalam Islam. Karena sebelum ini, pada Bani Umayah, mereka memilih sejumlah orang untuk berkonsultasi. Akhirnya ia meninggal pada 136 Hq dalam usia 32 tahun.

 

Kebangkitan Kaum Agamawan Mesir

 

844 tahun yang lalu, tanggal 20 Oktober 1177, rakyat muslim Kairo memulai perjuangan mereka melawan penjajahan Perancis.

Pada hari ini, rakyat Kairo bersama para ulama kota itu berkumpul di Universitas al-Azhar. Jenderal Dubois (baca: Deboa), komandan militer Kairo, memerintahkan pasukannya untuk membubarkan kumpulan massa tersebut. Akibatnya, pecah perang antara rakyat yang tidak bersenjata dengan pasukan Perancis. Namun demikian, rakyat Kairo berhasil membunuh sejumlah besar tentara Perancis, termasuk Jenderal Dubois.

Melihat besarnya bahaya yang ada di depan mata, tentara Perancis langsung melakukan tindakan ganas dengan cara memborbardir sejumlah kawasan Kairo, khususnya Iniversitas al-Azhar, dengan meriam yang ditembakkan dari benteng-benteng sekeliling kota.

Akibatnya, sekitar 3.000 orang, sebagian besarnya adalah pelajar agama dan warga sipil, tewas. Jenazah para korban pembunuhan massal itu kemudian dibuang begitu saja ke sungai Nil. Tahun itu dikenang rakyat mesir sebagai peristiwa perjuangan yang diakhiri oleh tindakan represif yang luar biasa kejam.

 

Wafatnya Ayatullah Jafar Nezari Naghdi

 

71 tahun yang lalu, tanggal 28 Mehr 1329 HS Ayatullah Jafar Nezari Naghdi meninggal dunia dalam usia 64 tahun.

Ayatullah Sheikh Jafar Nezari Naghdi lahir ke dunia pada tahun 1265 HS. Sejak kecil beliau telah menunjukkan keseriusannya belajar. Pada awalnya Ayatullah Nezari mempelajari prinsip-prinsip membaca, tulisan Arab dan kemudian Persia. Pada usia 14 tahun beliau melanjutkan pendidikannya ke Hauzah Ilmiah Najaf.

Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat Muqaddimah dan Sutuh (Dasar dan Tinggi), Ayatullah Nezari di kemudian mengikuti kuliah-kuliah terbuka Ayatullah Akhond Mulla Mohammad Kazem Khorasani, Sayid Mohammad Kazem Yazdi, Sheikh Ahmad Kasyif al-Ghitha dan para guru besar lainnya yang pada akhirnya mengantarkan beliau meraih derajat keilmuann yang tinggi.

Suatu ketika sejumlah orang dari al-Imarah, sebuah kawasan Syiah di Irak meminta kepada Ayatullah Yazdi, gurunya agar mengirimkan seorang mubalig ke daerah mereka. Gurunya ini kemudian memerintahkannya untuk berdakwah di daerah tersebut. Setelah tinggal dan berdakwah selama 10 tahun di daerah al-Imarah, Ayatullah Nezari diangkat menjadi anggota Pengadilan Agama Baghdad, namun tidak berapa lama beliau mengundurkan diri dari jabatan itu dan menyibukkan diri dengan mengajar, menulis dan menuntun masyarakat.

Ayatullah Nezari meninggalkan banyak karya ilmiah seperti al-anwar al-‘uluwiyah, al-Asrar al-Murtadhawiyah, al-Qawanin al-Manthiqiyah, syarah buku Syara'i al-Islam dan al-Ma'alim.