Lintasan Sejarah 29 Oktober 2021
Hari ini Jumat, 29 Oktober 2021 bertepatan dengan 22 Rabiul Awal 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 7 Aban 1400 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Kabilah Bani Nadhir Diperangi kaum Muslimin
1439 tahun yang lalu, tanggal 22 Rabiul Awal tahun keempat Hijriah, kaum muslimin memerangi Bani Nadhir yang beragama Yahudi akibat aksi makar yang dilakukan kabilah tersebut untuk membunuh Rasulullah Saw.
Bani Nadhir adalah satu dari tiga kabilah Yahudi yang diam di sekitar kota Madinah. Ketika Rasulullah datang ke Madinah, ketiga kabilah itu menjalin traktat perjanjian dengan kaum muslimin, yang di antaranya berisikan kesediaan kabilah-kabilah Yahudi untuk tidak melakukan tindakan serangan terhadap kaum Muslimin.
Setelah Bani Nadhir terbukti melakukan upaya untuk membunuh Nabi, beliau memerintahkan Bani Nadhir agar meninggalkan kota Madinah. Akan tetapi, Bani Nadhir yang mendapatkan janji dukungan dari sejumlah orang munafik di Madinah, secara terang-terangan menolak perintah Rasulullah itu. Akibatnya, Rasulullah memerintahkan pasukan Muslimin untuk mengepung benteng pertahanan Bani Nadhir hingga mereka akhirnya terpaksa menyerah dan angkat kaki dari kawasan itu.
Ayatullah Modarres Selamat dari Upaya Pembunuhan
95 tahun yang lalu, tanggal 7 Aban 1305 HS, Ayatullah Sayid Hassan Modarres, mengalami percobaan pembunuhan oleh antek-antek rezim Shah Pahlevi Iran.
Ayatullah Modarres adalah seorang ruhaniwan yang aktif berjuang untuk menyadarkan masyarakat dan membongkar kebobrokan pemerintahan rezim Pahlevi dan pelindungnya, yaitu pemerintah Inggris.
Meskipun Ayatullah Modarres lolos dari upaya pembunuhan itu, namun beberapa waktu kemudian, atas perintah Shah Reza Khan, beliau diasingkan dan kemudian gugur syahid.
Zionis Melakukan Pembunuhan Massal di Kfar Ghasem
65 tahun yang lalu, tanggal 29 Oktober 1956, militer Zionis Israel melakukan pembunuhan massal terhadap penduduk desa Kfar Ghasem, Palestina.
Pada hari itu, bersamaan dengan serangan Israel ke Mesir, sebagian tentara rezim penjajah ini mengumumkan pemerintahan militer di desa Kfar Ghasem, tanpa pemberitahuan sebelumnya. Minimalnya 49 warga, laki-laki, perempuan, dan anak-anak dibunuh dan puluhan lainnya luka-luka.
Beberapa bulan kemudian, rakyat Palestina melakukan demonstrasi atas pembunuhan massal ini. Akibatnya, rezim ini terpaksa mengadili beberapa pelaku pembunuhan tersebut di depan umum. Namun, pada tahun 1960, para pelaku pembunuhan tersebut diampuni.