Okt 21, 2022 15:57 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 21 Oktober 2022

Hari ini Jumat, 21 Oktober 2022 bertepatan dengan 24 Rabiul Awal 1444 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 29 Mehr 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Ibnu Ayyub, Faqih dan Sastrawan Wafat

 

1031 tahun yang lalu, tanggal 24 Rabiul Awal 413 HQ, Ibnu Ayyub seorang faqih dan sastrawan meninggal dunia.

Ali bin Hilal Katib al-Baghdadi yang dijuluki Abu al-Hasan dan dipanggil dengan Alauddin, tapi lebih terkenal dengan Ibnu Ayyub merupakan sastrawan, ulama, qari dan ahli kaligrafi awal abad kelima.

Ia sangat dikenal sebagai ahli kaligrafi, khususnya dengan gaya Naskh dan Tsulus. Bahkan dapat dikatakan tidak banyak ahli kaligrafi yang dapat menulis seindah dia. Ibnu Ayyub meninggal dunia pada 413 atau sebagian menyebut 423 Hq di kota Baghdad dan dimakamkan di dekat kuburan Ahmad bin Hanbal.

 

Paul Muller Meninggal

57 tahun yang lalu, tanggal 21 Oktober 1965, Paul Muller, seorang ahli kimia dan peneliti asal Swiss, meninggal dunia.

Paul Muller dilahirkan pada tahun 1899 di kota Olten, Swiss. Pada tahun 1925, dia meraih gelar doktornya dari Universitas Basle. Dia kemudian menggeluti karir di bidang penelitian mengenai perlindungan terhadap tanam-tanaman. Setelah melakukan penelitian selama bertahun-tahun, Muller berhasil menemukan zat DDT yang berfungsi untuk membasmi serangga.

 

Aksi Mogok Buruh Kilang Minyak Iran

44 tahun yang lalu, tanggal 29 Mehr 1357 HS, para pekerja kilang minyak Iran memulai aksi mogoknya dalam rangka menentang rezim despotik yang berkuasa saat itu, yaitu rezim Shah Pahlevi.

Gerakan mogok massal mereka ini membuat ekspor minyak Iran keluar negeri terhenti dan akibatnya, rezim Shah kehilangan sumber pendapatannya yang terbesar. Selain itu, terhentinya eskpor minyak Iran ke luar negeri mengakibatkan harga minyak di pasar dunia naik tajam.

Rezim Shah dengan berbagai cara, termasuk represi, berusaha membuat para pekerja kilang minyak Iran kembali bekerja, namun pemogokan itu terus berlangsung hingga tergulingnya rezim ini.