Nov 18, 2022 10:22 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 18 November 2022

Hari ini Jumat, 18 November 2022 bertepatan dengan 23 Rabiul Tsani 1444 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 27 Aban 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Sultan Mahmud Ghaznawi Wafat

 

1023 tahun yang lalu, tanggal 23 Rabiul Tsani 421 HQ, Sultan Mahmud Ghaznawi, Raja Ketiga Dinasti Ghaznawi meninggal dunia.

 

Sultan Ghaznawi sejak tahun 387 HQ setelah mengalahkan saudarahnya Ismail, berhasil merebut kekuasaan. Ia juga berhasil mengalahkan para gubernur Dinasti Shafari, Samani, Ali Buyeh, Ali Ziyar dan Khorazmshahian di Utara dan Timur Iran lalu menguasainya.

 

Sultan Mahmud Ghaznawi secara perlahan-lahan melakukan perluasan dan banyak daerah yang dikuasainya. Ia menyerang India sebanyak dua belas kali, tapi sebelum pergi ke Rey dan setelah berkuasa selama 34 tahun, ia meninggal dunia akibat penyakit TBC.

 

Sultan Ghaznawi merupakan raja yang independen dan merupakan pribadi besar dari Dinasti Ghaznawi. Ia terkenal dengan keberanian dan perluasan kekuasaan dalam sejarah Islam. Perang yang dilakukannya terhadap India dan pampasan perang yang didapatkan dari negara ini serta berkumpulnya ulama dan para penyair di istananya membuat namanya terkenal di mana-mana.

 

Kolonel Abdul Salam Arif Berkuasa di Irak

 

59 tahun yang lalu, tanggal 18 November 1963, Kolonel Abdul Salam Arif, meraih kekuasaannya di Irak melalui sebuah kudeta berdarah.

 

Dia mengebom gedung Kementrian Pertahanan Irak dan membunuh presiden Irak saat itu, Abdul Karim Qasim. Sebelumnya, Abdul Karim Qasim berhasil menjadi presiden juga setelah melakukan kudeta berdarah yang mengakhiri sistem monarkhi di Irak. Setelah Abdul Karim Qasim meraih kekuasaan, ia menyingkirkan anggota-anggota Partai Ba'ats yang sejak bulan Februari tahun itu, menduduki pos-pos sensitif di pemerintahan.

 

Namun, tiga tahun kemudian, Abdul Karim Qasim tewas dalam sebuah kecelakaan udara dan posisinya digantikan oleh saudaranya, Abdur-rahman Arif.

 

Abbas Forat Yazdi Wafat

 

54 tahun yang lalu, tanggal 27 Aban 1347 HS, Profesor Abbas Forat meninggal dunia dalam usia 73 tahun dan dikebumikan di Tehran.

 

Profesor Abbas Forat Yazdi lahir di kota Yazd pada 1273 Hs. Ia melewati pendidikan dasarnya di tempat kelahirannya. Setelah itu belajar fiqih dan ushul fiqih ke Isfahan, Khorasan dan Tehran. Ia akhirnya menyelesaikan pendidikannya di madrasa Dar al-Fonoun, Tehran.

 

Forat pada 1298 Hs mendirikan Asosiasi Sastra Iran dan menjabat sebagai sekretaris. Setelah itu menjadi anggota di Asosiasi Sastra Farhangestan dan untuk beberapa waktu ia mengajar di sana. Pada 1325 Hs ia mempublikasikan sebagian dari puisi-puisinya. Ia seorang pembaca puisi gazal yang hebat.