Lintasan Sejarah 7 Desember 2022
Hari ini Rabu, 7 Desember 2022 bertepatan dengan 12 Jumadil Awal 1444 Hijriah Qamariah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 16 Azar 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Ibnu Abdissalam, Faqih Syafi’i Wafat
784 tahun yang lalu, tanggal 12 Jumadil Awal 660 Hq Izzuddin Abu Muhammad Abdulaziz bin Abdussalam yang lebih dikenal dengan Syaikh al-Islam dan Sulthan al-Ulama meninggal dunia.
Ibnu Abdissalam merupakan ulama besar mazhab Syafi’i di abad ketujuh Hijriah. Beliau mempelajari fiqih dari Ibnu Asakir dan ushul dari Saifuddin Amidi. Tidak lama menuntut ilmu ia telah menjadi ulama terkenal di masanya.
Semasa hidupnya, Ibnu Abdissalam banyak menyaksikan konflik internal dari dinasti Ayyub dan juga perang antara pasukan Ayyub dengan tentara Salib. Dalam kondisi yang demikian, intervensinya dalam urusan politik dan mengajak penguasa waktu itu untuk menghadapi pasukan Roma menyebabkan beliau semakin dikenal.
Ibnu Abdussalam mengajar ilmu-ilmu agama selama di Damaskus. Beberapa waktu kemudia beliau pergi ke Mesir dan menjadi hakim sambil melanjutkan kewajibannya mengajar agama. Selama lebih dari 20 tahun mengajar dan memberikan fatwa, beliau juga menjadi Imam Jumat di Kairo. Beliau begitu serius dalam mengamalkan ilmu dan melaksanakan kewajiban Amar Makruf dan Nahi Munkar. Beliau meninggalkan banyak karya tulis seperti al-Fatawa dan al-Isyarah ila al-Ijaz.
Hari Mahasiswa Iran
69 tahun yang lalu, tanggal 16 Azar 1332 HS, tiga mahasiswa Universitas Teheran gugur syahid karena dibunuh oleh tentara Rezim Shah di Iran.
Para mahasiswa itu terbunuh dalam demonstrasi terhadap kunjungan Presiden AS, Richard Nixon, ke Teheran, Iran. Kunjungan Nixon ini dilakukan tiga setengah bulan setelah pemerintahan Mosaddegh yang mendapatkan dukungan rakyat Iran, digulingkan dalam sebuah kudeta yang didalangi oleh CIA.
Pada tanggal 16 Azar 1332 HS, tentara Rezim Shah mendatangi Universitas Teheran dan menyerang para mahasiswa yang tengah berdemonstrasi sehingga tiga orang di antara mereka tewas. Sehari kemudian, Nixon juga datang ke Universitas Teheran untuk dianugerahi gelar doktor kehormatan di bidang hukum. Kini, tanggal 16 Azar diperingati di Iran sebagai Hari Mahasiswa.
Rentetan Gempa Besar di Armenia
34 tahun yang lalu, tanggal 7 Desember 1988, dua gempa menghantam Armenia yang menewaskan 60 ribu orang dan menghancurkan hampir setengah juta bangunan.
Gempa pertama terjadi pada pukul 11.41 waktu setempat. Lokasi gempa 3 mil (4,8 km) dari kota Spitak, 20 mil (32,1 km) sebelah barat laut Kirovan. Empat menit kemudian, gempa kedua berkekuatan 5,8 pada skala Richter melanda dekat pusat gempa pertama. Retakan permukaan bumi sepanjang 8 mil (12,8 km) dengan lebar beberapa kaki ditemukan akibat gempa tersebut.
Kota Spitak mengalami kehancuran total. Sebagian besar bangunan di kota itu runtuh akibat guncangan gempa. Di Leninakan, kota kedua terbesar di Armenia dengan 300 ribu penduduk, sekitar 80 persen bangunan runtuh. Armenia kewalahan karena besarnya skala gempa yang terjadi.
Lebih buruk lagi, pejabat terlambat memberikan izin bagi tim penolong untuk masuk daerah bencara, bahkan 10 hari setelah gempa semua orang asing diperintahkan keluar. Tim penolong bekerja selama seminggu untuk menemukan orang yang selamat.