Lintasan Sejarah 18 Februari 2023
Hari ini Sabtu, 18 Februari 2023 bertepatan dengan 27 Rajab 1444 Hijriah Qamariah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 29 Bahman 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Pengangkatan Muhamad Saw sebagai Nabi
1457 tahun yang lalu, tanggal 27 Rajab 13 tahun sebelum Hijrah, Muhammad Saw diangkat oleh Allah Swt sebagai Rasul-Nya.
Peristiwa ini disebut sebagai peristiwa "Mab'ats". Pada saat itu, Rasulullah berusia 40 tahun. Sebelum diangkat sebagai rasul, Muhammad Saw dikenal sebagai pribadi yang jujur, penjaga amanah, dan dermawan. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk merenung dan beribadah di gua Hira', yang terletak di bagian utara Mekah.
Sampai akhirnya, Allah mengutus Jibril untuk menemui Rasulullah di gua itu dan menyampaikan wahyu Allah yang pertama. Sejak saat itu, Rasulullah mengemban tugas menyampaikan risalah Allah Swt.
Setelah 13 tahun menyebarkan ajaran Islam di kota Mekah dengan mendapatkan tentangan keras dari kaum kafir, Rasulullah hijrah ke Madinah. Di kota Madinah, Rasulullah mendirikan pemerintahan yang berasaskan Islam.
Abdul Karim Rifi Kalah
97 tahun yang lalu, tanggal 18 Februari 1926, perlawanan pejuang Maroko di bawah pimpinan Abdul Karim Rifi, melawan tentara Prancis dan Spanyol, mengalami kekalahan dan Abdul Karim Rifi dibuang ke Afrika Selatan.
Abdul Karim Rifi memulai perjuangan mengusir penjajah bersamaan dengan pendudukan Spanyol atas sebagian wilayah Maroko pada tahun 1912. Meskipun pasukan Spanyol semakin menambah kekuatannya dan melakukan pembunuhan massal terhadap warga Maroko, namun pasukan Abdul Karim Rifi berhasil meraih kemenangan besar tahun 1921 dan bahkan memproklamirkan kemerdekaan sebagian wilayah Maroko.
Sementara itu, sebagian lain dari wilayah Maroko berada di bawah penjajahan Prancis. Pada tahun 1924, Perancis melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan Abdul Karim Rifi dan dua tahun kemudian meraih kemenangan. Prancis menjajah Maroko hingga tahun 1956.
Kerusuhan Kota Tabriz Meletus
45 tahun yang lalu, tanggal 29 Bahman 1356 HS, kerusuhan di kota Tabriz yang terletak di barat laut Iran meletus.
Kerusuhan ini berawal dari berkumpulnya rakyat kota Tabriz di Masjid Agung Tabriz untuk memperingati gugurnya para syuhada yang dibunuh oleh tentara rezim Shah pada tanggal 9 Januari 1978 di kota Qom. Namun, para tentara memperlakukan warga yang berkumpul di mesjid itu dengan kasar hingga timbullah bentrokan yang akhirnya meluas menjadi kerusuhan besar di seluruh kota.
Rezim Shah dalam usahanya untuk menutup-nutupi gerakan revolusi Islam rakyat Iran, melemparkan tuduhan bahwa pelaku kerusuhan itu adalah orang-orang yang datang dari luar perbatasan Iran.