Jul 07, 2016 08:43 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 7 Juli 2016

Hari ini, Kamis tanggal 7 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Abu Bakar Niqasy Meninggal Dunia

 

833 tahun yang lalu, tanggal 2 Syawal 604 Hq, Abu Bakar Niqasy, mufassir dan ahli hadis asal Irak meninggal dunia.

 

Sejak usia muda, Abu Bakar Niqasy telah menimba ilmu dari sejumlah guru besar di masa itu. Niqasy juga melakukan perjalanan ke berbagai negeri Islam. Abu Bakar Niqasy dikenal sebagai ulama ahli tafsir dan hadis besar yang meninggalkan banyak karya.

 

Ibnu Nadim dalam kitab AlFihrits-nya menyebutkan banyak kitab yang ditulis oleh Abu Bakar Niqasy. Meski demikian, dari semua karya tersebut hanya kitab tafsir Syifaush-Shadr yang mewarnai kepustakaan umat Islam.

 

Kelahiran Ibnu Washil

 

833 tahun yang lalu, tanggal 2 Syawal 604 Hq, Ibnu Washil, sejarawan, hakim dan sastrawan muslim lahir di kota Hamah, Syam.

 

Ibnu Washil mendapatkan pendidikan dari ayahnya sendiri yang juga seorang pengajar di sekolah Nashiriyyah, Baitul Maqdis. Setelah ayahnya wafat, Ibnu Washil menjadi pengajar di sekolah yang sama dan meneruskan jejak sang ayah.

 

Ibnu Washil juga banyak membantu Ta'asif, astronom dan matematikawan Mesir dalam membangun observatorium dan sejumlah peralatan astronomi. Ibnu Washil meninggalkan banyak karya, diantaranya adalah; al-Tarikh al-Shalihi, Nadzm al-Durar fi al-Hawadits wa al-Siyar, dan Mufarrijul Kurub fi Akhbari Bani Ayyub.

 

Giovanni Bottesini Wafat

 

127 tahun yang lalu, tanggal 7 Juli 1889, Giovanni Bottesini, seorang komposer Italia terkenal, meninggal dunia.

 

Bottesini dilahirkan tahun 1823 di Lombardy, Italia dan kemudian menuntut ilmu di Konservatorium Milan dengan mengkhususkan diri pada penggunaan instrumen double-bass.

 

Setelah lulus dari sekolah musik, Bottesini sempat menjadi pemusik di teater di Havana,  dan disanalah ia memproduksi opera pertamanya yang berjudul Cristoforo Colombo. Selanjutnya, Bottesini menjadi semakin terkenal atas permainan double-bass-nya sehingga di dunia musik, nama Bottesini kerap diasosiasikan dengan alat musik ini.

 

Edward Brown Meninggal

 

90 tahun yang lalu, tanggal 7 Juli 1926, Edward Brown, seorang sastrawan dan orientalis asal Inggris, meninggal dunia.

 

Brown dilahirkan pada tahun 1862. Brown sangat meminati masalah ketimuran dan ia menjadi dosen bahasa-bahasa Timur di Universitas Cambrige. Brown dikenal menguasai bahasa Turki, Arab, dan Persia.

 

Selama beberapa waktu, edward Brown juga pernah tinggal di Iran untuk melakukan penelitian terhadap sejarah, sastra, dan sosiologi Iran. Hasil penelitian Brown ditulis pada buku-buku berjudul "Sejarah Sastra Iran" dan "Revolusi Bangsa Iran".

 

Ayatullah Mahdi Hairi Yazdi Wafat

 

17 tahun yang lalu, tanggal 17 Tir 1378 Hs, Ayatullah Mahdi Hairi Yazdi meninggal dunia di usia 77 tahun dan dimakamkan di komplek suci Sayidah Maksumah di Qom, Iran.

 

Ayatullah Doktor Sheikh Mahdi Hairi Yazdi lahir pada 1302 Hs dari keluarga ulama. Ayahnya adalah Ayatullah Sheikh Abdolkareem Hairi Yazdi, pendiri hauzah ilmiah Qom. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah hauzah kepada ayahnya, Ayatullah Morteza Hairi dan ayatullah Sayid Mohammad Reza Golpaigani di kota Qom, beliau kemudian belajar teks-teks teologi dan filsafat kepada Imam Khomeini ra. Untuk memperkokoh prinsip-prinsip ilmu fiqih dan ushul fiqih, beliau belajar kepada Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i, Sayid Mohammad Taqi Khonsari dan Sayid Hossein Boroujerdi.

 

Ayatullah Mahdi Hairi Yazdi pada 1329 Hs pindah ke kota Tehran atas perintah Ayatullah Boroujerdi menjadi pengawas teks-teks perlajaran agama dan budaya Iran. Bersamaan dengan penugasan ini, beliau belajar fiqih kepada ayatullah Sayid Ahmad Khonsari dan filsafat kepada Allamah Mirza Mahdi Ashtiani. Sepuluh tahun berikutnya, beliau pergi ke Amerika menjadi wakil Ayatullah Boroujerdi di sana dan bertanggung jawab mengurusi warga Syiah.

 

Selama tinggal di Amerika, Ayatullah Mahdi Hairi Yazdi menyibukkan diri dengan menulis, mengajar dan sekaligus belajar filsafat Barat. Akhirnya beliau berhasil meraih gelar doktornya di Universitas Michigan dan Toronto. Dalam pelbagai kesempatan, beliau juga aktif hadir dan memberikan ceramah tentang filsafat dan teologi Islam bagi para pemikir Barat.

 

Ayatullah Mahdi Hairi Yazdi pada 1358 Hs kembali ke Iran dan melanjutkan aktivitas ilmiahnya. Beliau meninggalkan banyak karya tulis seperti Kovush-haye Aql Nazari, Ulum-e Quran, Metafisika dan Hikmat va Hukumat.