Jan 02, 2017 10:17 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 2 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 3 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 13 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Publius Ovidius Naso Meninggal

1948 tahun yang lalu, tanggal 2 Januari 69, Publius Ovidius Naso, yang dikenal dengan julukan Ovid,  seorang penyair Romawi terkenal, meninggal dunia.

 

Ovid dilahirkan tanggal 20 Maret 43 SM, yaitu  setahun setelah tewasnya Julius Caesar.  Ayah Ovid menginginkannya menjadi politikus, namun Ovid lebih menyukai dunia sastra. Sebelum berusia 20 tahun, Ovid telah membacakan syair-syairnya di depan khalayak. Ketika Ovid mencapai usia 30, ia menjadi penyair Roma yang paling sukses saat itu.

 

Kesuksesannya berlangsung sampai usianya ke-50 tahun, ketika Kaisar Agustinus membuangnya dengan alasan yang tidak diketahui hingga kini. Di tempat pembuangannya, yaitu di kota Tomis di tepi Laut Hitam, Ovid menulis syair-syair mengenai keterasingan.

Publius Ovidius Naso adalah penyair yang paling berpengaruh pada Abad Pertengahan dan banyak penyair-penyair besar di zaman setelahnya yang terpengaruh oleh syair-syairnya, di antaranya William Shakespeare dan John Milton.

 

Shah Mahmud Ghaznawi Meninggal

 

1017 tahun yang lalu, tanggal 3 Rabiul Tsani 421 HQ, Mahmud Ghaznawi, raja ketiga dari dinasti Ghaznawi di Iran, meninggal dunia.

 

Mahmud Ghaznawi pada tahun 387 merebut kekuasaan dari saudaranya, Ismail. Raja Ghaznawi kemudian mengalahkan raja-raja Shafari, Samani, Ali Buyeh,dan Ali Ziyar sehingga menguasasi wilayah utara dan timur Iran.

 

Secara bertahap, wilayah kekuasaan Ghaznawi semakin meluas. Selama masa pemerintahannya, dia 12 kali melakukan perang di India. Akhirnya, setelah 34 tahun berkuasa, Shah Ghaznawi meninggal dunia akibat sakit.

 

Ayatullah Kalantari Meninggal

 

146 tahun yang lalu, tanggal 3 Rabiul Tsani 1292 HQ, Ayatullah Mirza Abul Qasem Kalantari, seorang ulama Islam terkemuka di Iran, meninggal dunia di kota Teheran.

 

Beliau menuntut ilmu-ilmu Islam di hauzah ilmiah kota Najaf, Irak dan belajar kepada ulama-ulama terkemuka saat itu, antara lain Syeikh Murthadha Ansari, sampai akhirnya mencapai derajat ijtihad.

 

Selain sebagai ulama yang menjadi tempat kaum muslimin Iran, khususnya kota Teheran, meminta bimbingan dan nasehat, Ayatullah  Mirza Abul Qasem Kalantari juga merupakan seorang penulis yang meninggalkan berbagai buku berkenaan dengan hukum Islam.

 

Patrice Lumumba Lahir

92 tahun yang lalu, tanggal 2 Januari 1925, Patrice Lumumba, pemimpin perjuangan kemerdekaan rakyat Kongo melawan penjajahan Belgia, terlahir ke dunia.

 

Setelah merdeka, rakyat Kongo membentuk Republik Demokratik Kongo pada tahun 1960. Saat itu, Lumumba terpilih sebagai perdana menteri dan menteri pertahanan. Namun, tak lama setelah merdeka, atas provokasi negara-negara Barat, terutama Belgia dan Amerika Serikat, sebagian rakyat Kongo dari wilayah Katanga, mengumumkan pemisahan diri. Sebagai PM, Lumumba berusaha menstabilkan situasi, namun tidak berhasil karena pemerintahan dan angkatan militernya baru berdiri dan tidak solid.

Kemudian  Lumumba meminta bantuan PBB untuk mengusir tentara Belgia dan membantunya untuk menstabilkan situasi. Namun, PBB tidak berbuat banyak dan malah mengakomodasi pemisahan diri Katanga. Akhirnya, Lumumba meminta bantuan Uni Soviet dan mengajak negara-negara Afrika lain untuk bersatu dengannya melawan imperialis Barat. Langkah Lumumba ini membuat negara-negara Barat and Presiden Kongo, Kasavubu, yang pro-Barat, cemas dan khawatir. Akhirnya, Lumumba dipecat dari posisinya dan  akhirnya dibunuh.

 

Pesan Imam Khomeini Kepada Gorbachev

 

28 tahun yang lalu, tanggal 13 Dey 1367 Hs, Imam Khomeini, pemimpin Revolusi Islam Iran, mengirimkan surat kepada Mikail Gorbachev, presiden terakhir Uni Soviet.

 

Dalam surat itu, Imam Khomeini mengajak Gorbachev untuk menyingkirkan paham Marxisme dan memeluk Islam. Dengan argumentasi yang jernih dan jitu, Imam Khomeini menunjukkan kesalahan sistem sosialis.

 

Beliau menulis, "Kebenaran harus diungkapkan bahwa masalah utama negara Anda bukanlah masalah kepemilikan, ekonomi, dan kebebasan. Masalah utama Anda adalah ketiadaan keyakinan terhadap Tuhan sebagaimana yang juga dialami oleh negara-negara Barat. Ketidakyakinan Barat terhadap Tuhan inilah yang kini membawa, atau akan membawa, mereka ke jalan buntu. Masalah utama Anda adalah pertempuran yang panjang dan tanpa arti dengan Tuhan dan Pencipta Segala Wujud."

 

Di akhir suratnya, Imam Khomeini menulis, "Bagi semua orang, telah jelas bahwa sejak saat ini, komunisme harus dicari dari dalam museum sejarah politik dunia. Saya harap Anda mempelajari Islam secara sungguh-sungguh. Hal ini bukan karena Islam dan umat Islam memerlukan Anda, namun karena nilai-nilai Islam yang tinggi dan universal-lah yang mampu memberikan jalan kesejahteraan dan kebebasan bagi semua bangsa."

 

Ramalan Imam Khomeini tentang keruntuhan sistem komunis yang ditulis dalam surat ini, terbukti pada tiga tahun berikutnya, yaitu bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991.