Lintasan Sejarah 7 Januari 2017
Hari ini, Sabtu tanggal 7 Januari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Rabiul Tsani 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 18 Dey 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Kelahiran Imam Hasan Askari as
1206 tahun yang lalu, tanggal 8 Rabiul Tsani 232 HQ, Imam Hasan Askari as, cucu Rasulullah Saw generasi ke-10, dan merupakan imam kesebelas kaum Muslimin, terlahir ke dunia di kota Madinah.
Pada masa kanak-kanak, Imam Hasan Askari as bersama ayah beliau, Imam Hadi as terpaksa hijrah ke Samara, Irak, karena tekanan penguasa saat itu, yaitu Bani Abbasiah dan tinggal di sana selama 13 tahun.
Setelah Imam Hadi as gugur syahid akibat dibunuh penguasa, Imam Hasan Askari as pun diangkat menjadi imam kaum Muslimin. Imam Hasan Askari kemudian menjalani kehidupan yang berat, karena selalu diawasai, diasingkan, dan dipenjara oleh penguasa Bani Abbasiah. Namun demikian, beliau tetap berjuang menyebarkan ajaran Islam yang murni kepada kaum Muslimin saat itu. Imam Hasan Askari as gugur syahid pada usia 27 tahun.
Demi mengenang hari kelahiran Imam Hasan Askari as marilah kita mengingat kembali salah satu pesan beliau yang berbunyi, "Orang yang menghormati hak-hak masyarakat, lebih daripada semua orang, kedudukannya di sisi Allah juga lebih tinggi daripada semua orang."
Abu Firas Hamedani Meninggal
1081 tahun yang lalu, tanggal 8 Rabiul Tsani 357 HQ, Abu Firas Hamedani, seorang penyair dan penulis Arab, meninggal dunia.
Selain sebagai penyair, Abu Firas Hamedani juga merupakan seorang ahli perang dan menjadi salah satu komandan pasukan penguasa kawasan Halb, Saifud-Daulah.
Pada zaman itu, para penyair umumnya menulis syair-syair pujian terhadap Khalifah Islam saat itu, yaitu Bani Abbasiah, namun Abu Firas Hamedani justru menulis syair yang mengkritik kezaliman yang dilakukan oleh Bani Abbasiah. Abu Firas Hamedani meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya dalam sebuah peperangan.
Amir Kabir Meninggal
165 tahun yang lalu, tanggal 18 Dey 1230 HS (7 Januari 1852), Mirza Muhammad Taqi Khan Amir Kabir, politisi dan penasehat terkemuka dinasti Qajar Iran, tewas terbunuh atas perintah Shah Nashiruddin.
Amir Kabir lahir dan besar di keluarga yang miskin. Setelah dewasa, keluarga kerajaan mengenali kemampuan Amir Kabir yang besar lalu mengangkatnya sebagai penasehat kerajaan. Selama masa jabatannya yang singkat, Amir Kabir banyak melakukan reformasi yang memihak rakyat banyak serta mencegah masuknya kekuatan asing dalam urusan internal Iran.
Di bidang keilmuan, Amir Kabir mendirikan sekolah teknik pertama di Iran, yaitu Darul Funun, menerbitkan buku-buku terjemahan serta koran-koran ilmiah dan budaya.
Amir Kabir juga melakukan langkah-langkah untuk memerangi penyelewengan dalam pemerintahan sehingga para penguasa Iran dan kekuatan-kekuatan asing yang memiliki kepentingan di Iran membencinya. Akhirnya, Shah Nashiruddin mengasingkan Amir Kabir ke kota Kashan, lalu dibunuh.
Wahidin Sudirohusodo Lahir
165 tahun yang lalu, tanggal 7 Januari 1852, Wahidin Sudirohusodo dilahirkan di Mlati, Yogyakarta.
Wahidin Sudirohusodo adalah salah seorang pahlawan nasional. Namanya selalu dikaitkan dengan Budi Utomo, walaupun ia bukan pendiri organisasi kebangkitan nasional itu, tapi dialah penggagas berdirinya organisasi yang didirikan para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen.
Wahidin Sudirohusodo sering berkeliling di kota-kota besar di Jawa, mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat sambil menyampaikan gagasannya tentang “dana pelajar” untuk membantu pemuda-pemuda cerdas yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Akan tetapi gagasan ini kurang mendapat tanggapan. Gagasan itu juga dikemukakannya pada para pelajar STOVIA di Jakarta.
Sulaiman Khatir Syahid
31 tahun yang lalu, tanggal 7 Januari 1986, Sulaiman Khatir, seorang anggota polisi perbatasan Mesir dan Gurun Sinai, gugur syahid dalam penjara.
Khatir dijatuhi hukuman penjara seumur hidup akibat tindakannya membunuh beberapa orang Zionis di Gurun Sinai. Pembunuhan ini dilakukannya sebagai protes atas ditandatanganinya perjanjian Camp David oleh Mesir dan Zionis.
Setelah beberapa lama dalam penjara, Sulaiman Khatir ditemukan tewas tergantung. Pemerintah Mesir mengklaim bahwa Khatir tewas akibat bunuh diri. Setelah diumumkannya kematian Sulaiman Khatir, ribuan mahasiswa di berbagai kota di Mesir mengadakan unjuk rasa atas tindakan pemerintah mereka.