Feb 02, 2017 11:57 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 2 Februari 2017 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Jumadil Awal 1438 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Bahman 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Atsir Jazari Lahir

 

883 tahun yang lalu, tanggal 4 Jumadil Awal 555 HQ, Ibnu Atsir Jazari, sejarawan dan sastrawan terkemuka muslim, terlahir ke dunia di Irak.

 

Ibnu Atsir kemudian menuntut ilmu di kota Mosul, Bagdad, dan  Damaskus dari ulama-ulama terkemuka pada masa itu, di antaranya Khatib Thusi.

 

Ibnu Atsir sangat banyak melakukan penelitian dan menuliskan hasil penelitian itu di dalam buku-buku karyanya. Karya Ibnu Atsir yang terpenting berjudul al-Kamil fi at-Tarikh yang merupakan sumber sejarah penting mengenai zaman kekuasaan Mongol.

 

Ibnu Atsir meninggal dunia tahun 630 di Mosul.

Dmitri Ivanov Mendeleev Meninggal

110 tahun yang lalu, tanggal 2 Februari tahun 1907, Dmitri Ivanov Mendeleev, seorang kimiawan Rusia terkenal, meninggal dunia pada usia 73 tahun di kota St. Petersburg.

Mendeleev dikenal atas keberhasilannya menyusun 63 elemen kimia yang ada pada saat itu ke dalam sebuah tabel periodik dengan berdasarkan massa atomnya. Tabel Periodik Mendeleev ini dipublikasikan dalam bukunya berjudul "Prinsip Kimia", pada tahun 1869. Mendeleev dalam tabelnya itu bahkan menyediakan ruang kosong untuk unsur kimia yang diprediksikannya akan ditemukan pada masa mendatang. Mendeleev mempublikasikan versi terakhir tabelnya tahun 1871.

Pada tahun 1906, Mendeleev menjadi kandidat penerima Nobel. Anehnya, Komite Nobel Kimia, tidak memberikan hadiah itu kepada Mendeleev, padahal tabel ciptaannya merupakan dasar bagi banyak penemuan baru hingga sekarang. Hadiah Nobel tahun 1906 bahkan diberikan kepada Henri Moissan yang menemukan unsur fluorine, elemen yang telah diprediksi keberadaannya oleh Mendeleev.

 

Haidar Qali Khan Afghani Meninggal

 

67 tahun yang lalu, tanggal 4 Jumadil Awal 1371 HQ, Haidar Qali Khan Afghani yang terkenal dengan nama Sardar Kabuli, seorang ulama terkemuka muslim, meninggal dunia.

 

Sardar Kabuli dikenal memiliki ilmu yang tinggi di bidang matematika, astronomi, sejarah, geografi, filsafat, logika, dan sastra Arab. Sardar Kabuli sangat mencintai Ahlul Bait Rasulullah Saw dan menulis sebuah buku yang membahas kemuliaan yang dimiliki salah seorang Ahlul Bait Rasul, yaitu Imam Ali as.

 

Karya Sardar Kabuli yang lain di antaranya berjudul Syarh Doa Nudbah.

 

Imam Khomeini Akan Bentuk Pemerintahan Sementara

 

38 tahun yang lalu, tanggal 14 Bahman 1357 HS, dua hari setelah kembalinya Imam Khomeini ke Iran, beliau mengadakan jumpa pers dengan para wartawan. Dalam kesempatan itu, Imam Khomeini menjelaskan bahwa pemerintahan Revolusi Islam akan segera dibentuk dengan tugas untuk mempersiapkan pelaksanaan referendum.

 

Referendum ini direncanakan akan diadakan setelah disusunnya undang-undang dasar Republik Islam. Selain itu, Imam Khomeini juga menyatakan akan mengeluarkan fatwa jihad kepada rakyat Iran, bila tindakan represif pemerintahan Perdana Menteri Shapour Bakhtiar masih diteruskan. Imam Khomeini juga menyerukan kepada angkatan bersenjata Iran agar bergabung dengan rakyat untuk mendukung revolusi Islam.

 

Ayatullah Abdurrasul Ghaemi Wafat

 

23 tahun yang lalu, tanggal 14 Bahman 1372 HS Ayatullah Sheikh Abdurrasul Ghaemi meninggal dunia dalam usia 97 tahun dan dimakamkan di komplek suci Sayidah Fathimah as di kota Qom.

 

Ayatullah Abdurrasul Ghaemi lahir pada 1275 Hs di sebuah desa bagian dari Isfahan. Setelah melewati masa kanak dan remaja, beliau pergi ke Isfahan untuk melanjutkan pendidikan agama dan setelah beberapa tahun pergi ke Najaf, Irak. Selama di Irak beliau belajar kepada ulama besar seperti Ayatullah Sayid Abolhassan Isfahani. Beberapa tahun menimba ilmu, beliau diperintah oleh gurunya ke kota Abadan untuk menghadapi propaganda pengikut Komunis dan Bahai.

 

Beliau melaksanakan perintah gurunya dengan baik hingga akhir hidupnya dan sempat mendirikan Hauzah Ilmiah Abadan, panti asuhan bagi anak-anak yatim, mendirikan sejumlah masjid dan pusat aktivitas agama untuk perempuan.

 

Sebelum kemenangan Revolusi Islam Iran, beliau menjadi rujukan para pejuang dan beliau menyelamatkan mereka yang dikejar oleh rezim Shah ke luar negeri.

 

Ayatullah Ghaemi menjadi wakil penuh dari para marji besar seperti Sayid Abolhassan Isfahani, Sayid Hosseon Boroujerdi, Sayid Muhsin al-Hakim, Sayid Abulqasim Khui, Sayid Mohammad Reza Golpaygani dan Imam Khomeini ra akhirnya memilih kembali ke Isfahan dan aktif menuntun masyarakat di sana hingga meninggal dunia.